close
Banner iklan disini
Jaksa Agung Di Nilai Keliru, Garda NKRI Aceh Tuntut Deponering Bambang Wijayanto Di Cabut dan harus di lanjutkan kembali

On October 17, 2018

Garda NKRI Aceh melakukan unjuk rasa di depan Kejati Aceh pada Rabu 17 Oktober 2018

ATIMNEWS.COM | BANDA ACEH - Mahasiswa yang tergabung dalam Garda NKRI Aceh melakukan Unjuk Rasa di depan kantor Kejati Aceh pada Rabu, 17 Oktober 2018.
Dalam unjuk rasa ini, mereka meminta Keputusan Deponering oleh Jaksa Agung R. Prasetyo atas kasus tersangka pada Bambang Wijayanto, segera di cabut, dan di lanjutkan kembali proses Hukumnya.
“Deponering itu keliru dan harus dicabut kembali, karena lemahnya pertimbangan yang dilakukan oleh jaksa agung pada saat itu, pertimbangan demi kepentingan umum, tidak mewakili fakta dan tidak cukup menjadi alasan untuk mengeluarkan deponering, apatah lagi bila melihat pada personality yang bersangkutan bukanlah merupakan pribadi yang sungguh penting dengan kredibilitas hukum yang mumpuni.” Ungkapap Muhammad Ikram, Seluku Ketua DPD Garda NKRI Aceh
Rahmat Habibi, selaku koordinator Aksi juga mengungkapkan bahwa,”Kami pastikan bahwa kasus ini harus segera dituntaskan dengan meminta Jaksa Agung mencabut Deponering atas nama Bambang Widjoyanto, kami akan terus bergerak untuk menyampaikan aspirasi ini, dari tingkat daerah sampai ke Senayan. Atas nama Keadilan dan Prinsip persamaan didepan Hukum maka kasus ini harus kembali keproses pengadilan.”
Puluhan Mahasiswa ini melakukan aksi di depan Gedung kantor Kejati sekitar beberapa menit dan langsung di terima Oleh Perwakilan dari Pihak Kejati Aceh, Aksi yang di lanjutkan dengan tanda tangan petisi oleh perwakilan masa aksi dan Kejati Aceh berlangsung tertib
Aksi unjuk rasa yang di lakukan ini, merupakan aksi Serentak yang juga di lakukan oleh beberapa provinsi lainnya

Selamatkan Generasi Indonesia,Tolak legalisasi Dan Stop Penyebaran Paham LGBT

On October 16, 2018

AtimNews.com | Jakarta - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia ( PB SEMMI) Mendukung sepenuh nya Negara negara yang menolak kampanye Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Dunia pada sidang umum Inter Parliamentary Union (IPU) yang berlangsung 14-18 Oktober di Jenewa,Swiss (17/10/18).

Ada sekitar 36 negara yang menolak kampanye LGBT di dunia dan ada 9 Negara yang mendukung untuk kampaye LGBT. Sedangkan Indonesia Ikut menolak kampanye LGBT melalui perwakilan nya DR.Jazuli Juwaini,MA Perwakilan Anggota Parlemen  Indonesia di sidang Parlemen Sedunia menolak dengan tegas legalisasi penyebaran paham LGBT tersebut.


Penolakan ini di suarakan oleh Jazuli Juwaini pada sesi demokrasi dan hak asasi manusia sebagai respon atas usul Negara eropa seperti Swedia dan Kanada agar LGBT masuk dalam draf untuk di adopsi. Jazuli Juwaini sendiri Menyatakan, Indonesia menolak setiap upaya untuk menyebarkan paham LGBT apalagi yang  menjurus pelegalan, dikutip dari lintaslampung.


Jazuli Juwaini berharap parlemen dunia bersama sama membangun peradaban dunia yang bermartabat dengan perlakuan dan etika universal termasuk nilai nilai agama.

Akmal Rusli Ketua Bidang Politik dan Hubungan Internasional PB SEMMI sangat mendukung dan mengapresiasi DR.Jazuli Juwaini,MA yang sudah mewakili Indonesia untuk menolak kampanye LGBT di dunia pada sidang umum Inter Parliamentary Union ( IPU) Jenewa,Swiss.

 
Akmal Rusli  menegaskan, PB SEMMI menolak dengan tegas kampanye penyebaran paham LGBT di dunia dan Indonesia, maraknya Kasus LGBT di berbagai Negara bahkan di Indonesia sangat meresahkan. Hal ini dapat menyebabkan rusak nya moral generasi bangsa.


Saat ini maraknya perkembangan LGBT di berbagai daerah di Indonesia bukan menjadi rahasia lagi,bahkan kasus ini sudah menjadi berita untuk khalayak umum. Miris sekali dan sangat kita sayangkan, Cetus Akmal Rusli.


Tidak ada agama apa pun di dunia ini yang melegalkan LGBT karena efek kerusakan yang di timbulkan oleh manusia, penolakan paham LGBT merupakan amanat dasar Negara dan Konstitusi, Dasar Negara Pancasila dan UUD 1945,jelas menolak penyebaran apalagi pelegalan LGBT.


Akmal Rusli meminta Pemerintah harus bersikap tegas untuk memberantas maraknya LGBT di Negeri ini, karena kalau tidak, bisa hancur generasi bangsa Indonesia.


Jika kita melihat kondisi Negeri saat ini, yang terus menerus di timpa bencana di mana mana dan silih berganti, maka kita harus mengintropeksi dan muhasabah ada apa dengan bangsa kita ini, jangan jangan karena banyak nya maksiat yang sudah kita lakukan, dan LGBT ini adalah salah satu penyakit moral yang bisa mengundang bala bencana.hal ini Allah ingatkan kita di dalam Al-Qur'an, Imbuh Akmal Rusli. [AF]

Himasa Galang Dana Untuk Pelaksanaan Tablig Akbar Ustad Abdul Somad

On October 16, 2018

AtimNews.com | Aceh Utara - Himpunan Mahasiswa Sawang (HIMASA) menggelar aksi penggalangan dana untuk pelaksanaan acara tablig Akbar yang akan menghadirkan penda'i kondang Ustadz Abdul Somad.Lc.MA, Selasa 16/10/18

Kegiatan penggalangan dana dilakukan oleh para Mahasiswa Kecamatan Sawang sebagai wujud keseriusan mereka untuk mendatangkan penda'i asal Riau tersebut.

Pasalnya acara yang akan di laksanakan pada (10/11/2018) ini merupakan gagasan bersama dari masyarakat Kecamatan Sawang sehingga seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi untuk menyukseskan acara tersebut.

Kordinator Sri Maulidya, kepada media mengatakan penggalangan dana yang dilakukan pada minggu (14/10/2018) tersebut dilakukan sebagai wujud partisipasi seluruh mahasiswa Kec.Sawang dalam menyukseskan acara tablig Akbar
"Ini kami lakukan karena wujud partisipasi kami sebagai Mahasiswa Sawang dalam menyukseskan acara takblig Akbar UAS di Kec.Sawang",tuturnya.

Ia juga menambahkan ini adalah ajang untuk mendongkrak nama Kecamatan Sawang di kalangan Pemkab Aceh Utara
"Jika acara ini sukses di lakukan kan bisa menambah eksistensi Sawang di Wilayah Pemkab Aceh Utara mengingat ini pertama kalinya UAS ceramah di Kecamatan yang jaraknya 16 km dari jalan nasional". [Fahrol Hidayat]

Senator Fachrul Razi: Komite 1 DPD RI Inisiasi Keberlanjutan Otsus Aceh Menjadi Selamanya

On October 16, 2018

AtimNews.com | Banda Aceh - Komite 1 DPD RI menginisiasi keberlanjutan kebijakan otonomi khusus di Provinsi Aceh yang akan berakhir 2027 menjadi selamanya, dalam rangka mewujudkan kesetaraan pembangunan dan pelayanan di Provinsi Aceh. Evaluasi yg dilakukan Komite I, tidak untuk menilai plus minus Otsus Aceh, melainkan untuk memastikan keberlanjutan Otsus menjadi Otsus selamanya.

Hal ini terungkap dalam Kunjungan Kerja Komite 1 yang dipimpin oleh Senator Fachrul Razi selaku Pimpinan Komite 1 DPD RI dari Aceh  (16/10) di kantor Gubernur Aceh. Hadir dalam acara tersebut Senator Abdurahman Lahabato dari Maluku Utara, Senator Nurmawati Dewi Bantilan dari Sulawesi Tengah, dan Senator Robiatul Adawiyah dari NTB. Hadir juga Sekda Aceh, Drs. Dermawan MM, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, dan Kepala Dinas beserta jajaran SKPA.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini, senator Fahrul Razi menyampaikan bahwa Otsus merupakan jawaban terbaik bagi penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di Aceh dalam bentuk asimetris desentralisasi. Oleh karena itu, peningkatan efektifitas penyelenggaraan Otsus haruslah menjadi prioritas Pemerintah, dari Pusat sampai Daerah.

"Pelaksanaan Otsus hingga 20 tahun bukanlah isu yg harus kita perdebatkan kali sekarang, namun exit strategy menuju Otsus Jilid II, dengan estimasi waktu selamanya, yaitu selama ada NKRI ini, Dana Otsus Aceh tetap ada, jika sekarang 2 persen, kenapa kedepan tidak meningkat 2,5 persen hingga 3 persen, itu tergantung lobby politik dan pendekatan ke pusat," jelas Fachrul Razi yang juga Senator Asal Aceh.

Dalam Kunjungan Kerja ke Aceh dirinya menjelaskan bahwa Komite I telah mengundang Mendagri dan Menkopolhukam serta Staf Kepresidenan RI di DPD RI untuk membahas rencana Otsus selamanya. "Ada lampu hijau dari pusat untuk mendukung hal ini, hanya saja bagaimana menyiapkan blue print dan rencana strategi Otsus kedepan," jelas Fachrul Razi.

Namun demikian, Otsus Aceh yg sudah berjalan lebih kurang 10 tahun (merujuk UUPA, efektif 2008 merujuk dana otsus), masih ada pekerjaan rumah yg belum terselesaikan, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur, penataan birokrasi, pemberantasan kemiskinan dan penyediaan layanan pendidikan serta kesehatan.

Fachrul mencontohkan misalnya data BPS 2017 menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan di Aceh naik 0,16 menjadi 16,89 dari tahun 2017 sebesar 16,73. Tahun 2018, indeks keparahan Kemiskinan (P2), berada di posisi terbawah keenam di Indonesia (O,75). Buta huruf kisaran 8-10% dari Populasi (tergolong tinggi). Hingga semester pertama 2018, terdapat 94 orang yag menjadi tersangka korupsi dana pembangunan, 51 diantaranya berasal dari Aparat Pemerintahan dengan kerugian negara ditaksir 349 miliar (KPK).

"Padahal Dana Otsus Aceh sebesar Rp 8 triliyun tahun 2018 dan tahun depan 2019 Aceh akan mendapat 8,3 triliun. Artinya hingga 2018, jika kemudian Dana Otsus dijumlah keseluruhan dari 2008-2018, Aceh sudah menerima Rp 56,67 triliyun Dana Otsus, Jelasnya.

Singkat kata, Fachrul menegaskan bahwa Otsus bagi Aceh haruslah dimaksudkan untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan, supremasi hukum, percepatan pembangunan dan kesejahteraan serta kemajuan masyarakat Aceh agar seiring sejalan dengan Provinsi lainnya yang lebih maju.

Dilain pihak, Dermawan Sekda Aceh mengakui bahwa implementasi Otsus di Aceh perlu di tingkatkan dan didukung oleh semua pihak. Berkaitan dengan regulasi, dari 9 PP yang diamanatkan UUPA, baru 5 PP yang sudah ditetapkan yaitu PP No.20/2007 tentang partai lokal, PP No.58/2009 tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian Sekda Provinsi,Kab-Kota, PP No.83/2010 tentang Daerah Kerja Sabang, dan PP No.23/2015 tentang kewenangan Pemerintah yang bersifat Nasional di Aceh. Sedangkan PP tentang tata cara dan kewenangan Gubernur sebagai wakil pemerintah Pusat, PP tentang prosedur Bimwas PNS Aceh, PP tentang nama Aceh- gelar pejabat Aceh, dan PP tentang penyerahan sarpras personil dan dokumen pendidikan MI dan MTs belum ditetapkan. 

Sedangkan Qanun, dari 59 Qanun, 47 sudah direalisasikan sementara 12 belum selesai.

Dermawan menambahkan bahwa Dana Otsus masih sangat siqnifikan bagi Aceh khususnya dari jumlah Pendapatan dan Belanja Daerah. Dari 2008-2018, rasio Dana Otsus terhadap Pendapatan Daerah diatas 50% begitu juga dengan rasio terhadap Belanja. Tahun 2018, jumlah Otsus 8.029.791.592.980, jumlah pendapatan 14.622.475.324.280 (54,91%), sedangkan Belanja 15.084.003.946.127 (53,19%).  Dengan prioritas penggunaan untuk infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, kemiskinan, pendidikan, sosial, kesehatan, dan keistimewaan Aceh.

Dermawan berharap perlu penegasan dan komitmen Pemerintah agar PP turunan UUPA terselesaikan tanpa mengurangi kewenangan dan kekhususan Aceh. Dan mendukung inisiasi DPD RI dalam rangka menyusun Dana Otsus selamanya dan mengharapkan kepada Pemerintah dapat memperpanjang masa pengalokasian Dana Otsus yang akan berakhir 2027 untuk kepentingan rakyat Aceh dimasa yang akan datang.

Dalam tanggapannya, Senator Lahabato meminta Pemda Aceh untuk menyampaikan secara terbuka apa yg dirasakan selama pelaksanaa Otsus di Aceh ini. 

"Sebagai wakil Daerah tentu kami berharap Pemda menyampaikan apa yg sudah dilakukan dan kendala apa yg dirasakan pelaksanaanya, Kami juga akan mendorong Pemerintah agar proaktif terhadap Daerah," jelas Senator asal Maluku Utara.

Senada dengan Lahabato, Senator Nurmawati menyoroti pentingnya evaluasi dalam mendorong keberlanjutan pelaksaan Otsus terutama untuk mengejar ketertinggalan Daerah. Sedangkan Senator Dewi (NTB) menekankan pentingnya penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang bersih dan bebas Korupsi.

Kunjungan Kerja dalam rangka evaluasi  Otsus di tutup dengan komitmen dan penegasan Senator Fachrul Razi selaku Pimpinan Komite 1 untuk melanjutkan pelaksanaan Otsus di Aceh dan mendesak Pemerintah untuk segera menyelesaikan 4 PP yg belum selesai serta lebih berkomitmen terhadap kesejahteraan rakyat Aceh melalui Otsus. (Red)

Ikatan Mahasiswa Indra Makmu Gelar Pertemuan di Aceh Besar

On October 15, 2018

AtimNews.com | Banda Aceh - Ikatan Mahasiswa Indra Makmu (IKAMI) mengelar silahturrahmi di Lampuuk Aceh Besar. 14 Oktober 2018.

Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa asal Kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur yang sedang menumpuh pendidikan di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya. 

Selain itu, siilahturahmi tersebut bertujuan untuk pembahasan mengenai progres organisasi dan program kegiatan kedepan. Ungkap Rahayu selaku ketua IKAMI.

Menurutnya, keberadaan IKAMI ini sangat positif dan efektif sebagai wadah berkumpul para mahasiswa asal Indra Makmu di Banda Aceh dan sekitarnya.

"Dari tahun ke tahun tentunya jumlah mahasiswa akan selalu bertambah, maka wadah seperti ini sangat penting untuk berkomunikasi mahasiswa asal Indra Makmu," ungkap Rahayu.

Rahayu juga berharap kepada mahasiswa baru asal Indra Makmu yang menumpuh pendidikan di Banda Aceh yang belum tergabung dalam IKAMI maka segera mengonfirmasi diri ke pengurus IKAMI, ini demi kebersamaan dan persatuan. Harap Rahayu yang juga putri Aceh Timur. (Romi)

HOS Tjokroaminoto, Pahlawan dan Guru Para Pendiri Bangsa

On October 15, 2018

Oleh, Akmal Rusli
Ketua Bidang Politik dan Hubungan Internasional PB SEMMI.

Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, seorang pahlawan Nasional dan di kenal Sebagai guru para pendiri bangsa Menentang keras feodalisme.HOS Tjokroaminoto punya andil besar dalam menempa para tokoh pergerakan nasional.Orasi nya mengelegar, Memberi inspirasi puluhan ribu orang.Tulisan tulisan nya mengisi halaman depan surat kabar serikat Islam.Ia dipercaya sebagai Ratu Adil kaum tertindas.Tapi ia juga bertangan besi menyingkirkan lawan politik nya.


Dilahirkan di Bakur,Madiun, pada 16 Agustus 1882,Tjokro berasal keluarga Bangsawan.Ia menyelesaikan sekolah administrasi pemerintah di magelang, Jawa tengah.Setelah itu, ia menjadi pengawai pemenrintah sebagai juru tulis patih ngawi selama tiga tahun.Ia kemudian di angkat menjadi patih.Lalu sifat pemberontakan nya muncul.Ia meninggalkan jabatan itu untuk pindah ke surabaya, tempat ia bekerja pada sebuah perusahaan Belanda.

Tjokro mengikuti kursus kursus malam, mempelajari teknik mesin.mengusai ilmu itu ia bekerja pada sebuah pabrik gula di luar surabaya.Ketika di datangi Samanhoedi pada mei 1912, ia telah di kenal dengan sikap nya yang radikal,menentang aneka perilaku feodel.Ia selalu mengatakan sama derajat dengan siapa pun.

Pada sosok Oemar Said Tjokroaminoto, kita bisa menemukan pemberontakan terhadap penjajah dan kelenturan.Ia meninggalkan atribut Feodalisme, lalu menyimpan gelar raden, memprotes laku dodok berjalan jongkok di depan bangsawan juga menuntut kesetaraan bangsa hindia.perjuangan menunutut kesetaraan itu terlihat jelas dalam pidato dan tulisan tulisam Tjokro.pada 1914, di Doenia Bergerak, ia menuliskan sajak.

Lelap terus, dan kau pun di puji sebagai bangsa terlembut di dunia.
Darahmu di hisap dan daging mu di lahap sehingga hanya kulit tersisa.
Siapa pula tak memuji sapi dan kerbau.?
Orang dapat menyuruh nya kerja, dan memakan daging nya.
Tapi kalau mereka tau hak hak nya , orang pun akan memakan nya pongah, karena tidak mau di tindas.
Bahasa mu terpuji halus di seluruh dunia, dan sopan pula.
Sebab kau menegur bangsa lain dalam bahasa kromo dan orang lain menengur mu dalam bahasa ngoko.
Kalau kau balik kan , kau pun di anggap kurang ajar.

Di usia nya yang tak panjang,Oemar Said Tjokroaminoto meletakkan fondasi awal bangunan Republik.Meninggalkan kemapanan keluarga bangsawan, ia meretas jalan kesetaraan.Dialah Bapak Para tokoh Nasional.

Rumah Nya di Gang Peneleh V11,Surabaya, Menjadi sejarah tempat para pemuda sekaliber, Sukarno, Musso, Alimin,Semaoen, dan Kartosoewirjoe di didik oleh HOS  Tjokroaminoto.Walaupun pada akhir nya sebagian mereka bersimpang jalan dengan sang Mentor.

Sukarno, saat masih Remaja berangkat ke surabaya meninggalkan kota nya, orang tua nya, kakak nya, dan teman teman nya.Dia Saat itu, berumur 15 tahun di kirim oleh ayah nya Soekemi Sosrodihardjo,bersekolah di Hogere Burger School.Soekemi menitipkan sukarno kepada Oemar Said Tjokroaminoto.kemudian HOS Tjokroaminoto lah yang menjadi guru sukarno hingga kehidupan nya berubah seluruh nya, tulis sukarno dalam buku oto biografi nya.

Tjokro adalah kawan ku di surabaya sebelum engkau ada, kata Soekemi.kau tau siapa Tjokro.? Saat itu, sebagai pemimpin sarekat Islam, Tjokroaminoto berpidato di pelbagai kota.Saya ingat dia berpidato di kampung kita dan menginap di rumah.Bapak mengobrol dengan dia sampai menjelang subuh.ujar sukarno.

Sebagai Ketua Umum Sarekat Islam,HOS Tjokroaminoto hanya di gaji ala kadar nya.Rumah nya kata sukarno, berada di tengah tengah perkampungan padat, hanya beberapa puluh meter dari kali Mas yang membelah kota surabaya.

Di rumah yang tak seberapa luas itu, Tjokro tinggal bersama istri nya, soeharsikin dan empat anak nya Oetari, Oetarjo Anwar,Harsono,dan Sujud Ahmad.Mereka Sekeluarga tinggal di bagian depan, sementara bagian belakang rumah di sekat menjadi sepuluh kamar kecil kecil.Di ruangan yang sempit inilah Sukarno, Alimin, Musso, Soeharman kartowisastro, semaoen dan lain tinggal.

Di rumah yang pengap dan kampung yang padat inilah Sukarno, Musso,Alimin,dan anak anak muda yang indikos itu menemukan dunia nya.Mereka tak kesulitan mencari rupa rupa bacaan di surabaya sebagai kota besar. Rumah Sang ketua Umum Sarekat Islam , Organisasi terbesar di Nusantara kala itu, tak pernah sepi dari tamu tokoh pergerakan dan agama.


Ketika tokoh tokoh ini bertamu di rumah Tjokro, sukarno mengenang dia duduk bersimpuh di lantai dan menyimak pembicaraan mereka.Terkadang dia juga berbagi Tempat tidur dengan para tamu.sesekali dia melontarkan pertanyaan ; Berapa banyak yang di ambil pemerintah Hindia Belanda dari Negeri kita ini.?


Di gang Peneleh ini pula sukarno dan teman teman nya banyak bertemu dengan tokoh pembaharu islam, seperti  Ahmad Dahlan,Pendiri Muhammadiyah.Setiap kali ke surabaya,Ahmad Dahlan acap mampir ke peneleh atau ke kampung arab di daerah ampel.ketika itu, di surabaya, beberpa pembaru Islam, seperti Fakih Hasyim dan A.Hassan, bersebragan pendapat dengan tokoh Nahdlatul Ulama, Wahab Chasbullah.


Fakih Hasyim bersama Mas Masyur kemudian mendirikan kelompok diskusi agama, Ihyaussunnah.Tjokroaminoto rupa nya menaruh simpati kepada kelompok ini.Di bantu Mas mansyur, Tjokroaminoto Membuat forum Dakwah Ta'mirul Ghoffilin.Lewat Forum ini, Tjokro beberpa kali mengundang Ahmad Dahlan berceramah di di peneleh V11.

Diskusi seperti itulah yang menempa pemuda sukarno, Semaoen, Musso, dan Kartosoewirjo.Namun Kita sama mafhum, Sukarno, Musso, Alimin, Semaoen, dan kartoseowirjo  belakangan berpisah jalan dengan sang mentor, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto.Sukarno Mendirikan  Partai Nasional Indonesia, Musso dan Alimin menjadi pemimpin Partai Komunis Indonesia.Sedangkan Katrosoewirjo, Sekretaris Tjokroaminoto, malah Angkat Senjata melawan pemerintah lewat gerakan Darul Islam.

Meningkatkan daya berfikir kritis "HMI MPO gelar LK 1 Komisariat Gabungan"

On October 14, 2018

AtimNews.com | Bireuen - Himpunan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Komisariat Gabungan Cabang Bireuen melaksanakan kegiatan pengkaderan atau Basic Training (LK-1) di Gedung Entrepreneur Bunyet Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen, pada Minggu 14/10/18.

Acara yang diikuti oleh 39 orang peserta itu berasal dari Universitas Almuslim, IAI Almuslim Aceh, STIE Kebangsaan Bireuen, dan Universitas Malikulsaleh.


Ketua Panitia, M. Hafadh kepada media mengatakan, "Basic Training LK 1 yang diselanggarakan oleh komisariat gabungan ini bertujuan untuk meningkatkan daya berfikir kritis mahasiswa agar lebih progresif, kegiatan yang bertema "Infiltrasi Etos Perjuangan untuk Melahirkan Kader Intelektual yang Progresif ". Acara ini dimulai pada 11 hingga 14 Oktober 2018 dengan diikuti oleh 39 Orang Peserta namun 35 Orang yang bertahan hingga saat ini, tuturnya.


Syibran Malasi selaku Ketua Umum HMI MPO Cabang Bireuen mengaku senang dengan kesediaan Mahasiswa berproses di HMI. 

"Kami sangat senang dengan tingginya kesadaran mahasiswa untuk bergabung dalam kegiatan ini, sehingga cita-cita kita untuk mewujudkan insan ulil albab dapat terwujud", ujarnya.[AF]

Peluang Wisata Ramah Muslim Siak di Era Ekonomi Kreatif

On October 14, 2018

AtimNews.com | SIAK -Bertepatan hari jadi kabupaten Siak yang ke 19 pada tanggal 12 Oktober 2018 telah dilaksanakan program yang berintikan pengembangan konsep live in designers atau artists in residence yang merupakan program dari Badan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Siak untuk memfasilitasi kolaborasi antara para pelaku kreatif yang berbasis urban, digital dan akademis dengan potensi budaya lokal di masing masing daerah di Indonesia yang berbasis rural, tradisi lisan dan komunitas, Minggu 14/10/18.


Hasil ini merupakan karya nyata kerja keras selama proses empat bulan mulai dari survey, perencanaan desain, pembuatan prototyping atau purwa rupa. Hasil dari persentuhan antara para pelaku kreatif dan budaya di Kabupaten Siak menemukan empat elemen pembentuk identitas yang kuat yakni Melayu, Islam, Sungai dan Istana atau disingkat MISI. Ke empat elemen identitas tersebut menjadi sumber penciptaan produk kreatif yang selanjutnya menjadi faktor penting untuk menetapkan tema konsep desain dan pameran yakni Kemilau Mahligai Melayu. Tema ini mempunyai makna mengetengahkan kembali kejayaan Melayu Siak. 


Tema di atas diimplementasikan dengan memunculkan product branding yang bernama AKOSIAK. Ako berarti akar yang memiliki makna mengangkat akar atau batang yang terpendam. Akar atau batang yang terpendam tersebut dapat dimaknai sebagai potensi ekonomi kreatif yang berbasis Melayu, Islam, Sungai dan Istana. 


Selanjutnya AKOSIAK ini perlu di promosikan, dipasarkan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai produk wisata ramah muslim untuk menjaga eksistensi dan melestarikan kesenian serta Budaya Melayu di kalangan masyarakat lokal, nasional dan internasional. 


Salah satu aspek yang turut menentukan perkembangan industri wisata muslim ini adalah aspek keagamaan. Dalam hal ini paket wisata haruslah memberikan pengalaman berwisata, serta atmosfir, perjalanan, transportasi, atraksi, amenitas, berbagai barang dan jasa yang ditawarkan merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisah dengan ajaran Islam.


Dalam mengembangkan wisata muslim ini, aspek keagamaan yang mendasar belum dijabarkan dan dieksplorasi secara mendalam dan luas. Oleh karenanya perlu dirumuskan penyelenggaraan wisata ramah muslim untuk digunakan oleh seluruh komponen dalam eksositem pariwisata agar memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim. 


Perumusan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi seluruh komponen dalam industri pariwisata untuk membentuk suatu ekosistem Layanan Wisata Ramah Muslim - LWRM (Muslim Friendly Tourism). LWRM telah diperkenalkan dan diterapkan di negara dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia bisa mengadopsi praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan, kemudian menyesuaikannya dengan keadaan Indonesia. 


Kepuasan wisatawan akan tercapai bila seluruh komponen dalam ekosistem wisata bisa bekerja sama untuk "memberikan apa yang wisatawan inginkan, dengan cara apa yang mereka inginkan, dan pada saat mereka membutuhkannya". (Arif)

Pemkab Aceh Timur Akan Perioritas Pembangunan Jembatan Penghubung Di Kecamatan

On October 14, 2018

AtimNews.com | IDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, tahun depan akan memperioritaskan pembangunan jembatan penghubung antar desa yang ada di 24 kecamatan. Hal itu dinilai penting dilakukan mengingat masih banyak jembatan didaerah itu yang rusak.

"Tahun depan kita akan alokasikan dana melalui APBK 2019 untuk pembangunan jembatan di kecamatan-kecamatan, karena masih tersisa jembatan penghubung yang rusak dan butuh pembangunan dan perbaikan," ujar Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky, Minggu (14/10/2018).

Salah satu jembatan yang menjadi perioritas, lanjut Rocky, adalah jembatan Blang Gleum yang terletak di Dusun Sosial, Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok. Jembatan berukuran 4X16 meter tersebut akan dilanjutkan pembangunannya dengan APBK 2019, karena pangkal jembatan sebagai pondasi awal telah dibangun dua tahun yang lalu.

"Jembatan Blang Gleum ini perlu kita perioritas, karena jembatan ini menjadi penghubung antara masyarakat di Desa Buket Makmu dan Blang Gleum dengan Pusat Ibukota Kecamatan Julok," ujar Rocky.

Bahkan pekan lalu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan PR setempat telah turun ke Desa Blang Gleum, untuk melakukan pengecekan dan ternyata selama ini masyarakat disana hanya mengandalkan jembatan darurat sebagai penghubung antar desa.

Oleh karenanya, Rocky bertekat memperioritas pembangunan jembatan tersebut, sehingga arus transportasi kembali normal. Setelah pembangunan selesai nantinya jembatan tersebut masyarakat agar merawatnya secara bersama-sama, seperti tidak membiarkan dilintasi truk dengan tonase yang berlebihan.

"Segala bentuk pembangunan didesa, baik yang menggunakan APBG, APBK, APBA maupun APBN adalah milik desa yang perlu dijaga dan dirawat bersama," tutup Rocky. (Red)

Jalan Indra Makmu Julok Rusak Parah, GPIM Desak Pemkab Tinjau ke Lokasi

On October 14, 2018

AtimNews.com | Aceh Timur - Hampir sepanjang jalan lintas Alue Ie Mirah-Julok rusak parah dan berkubang. Kondisi ini, membuat masyarakat Indra Makmu kesulitan dan bertambah banyak mengeluarkan biaya akses menuju Julok dan sekitarnya  serta rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Gerakan Pemuda Indra Makmu (GPIM) mendesak Pemerintah kabupaten Aceh Timur khususnya Dinas terkait agar segera meninjau kondisi jalan di kecamatan Indra Makmu yang semakin hari semakin memprihatinkan, dimohon segera dicarikan solusi jangka pendek dan untuk segera di usulkan adanya peningkatan type jalan dari kelas 3 ke kelas 2 minimal pada tahun anggaran 2019, Ungkap Romi Syahputra ketua GPIM. Minggu (14/10/2018).

Kondisi lalu lintas di Indra Makmu terkini merupakan akses terpadat dibandingkan jalan kecamatan lainnya yang berada di Aceh Timur. Daerah penghasil gas terbesar di Aceh ini sudah menggeliat dan mulai menampakkan produktifitasnya terutama dari hasil panen Kelapa Sawit dari 3 perusahaan besar, yaitu PTPN 1, PTPN 3 dan PT.Tualang Raya.

Aktifitas pengangkutan yang dilakukan sepanjang malam oleh ketiga perusahaan tersebut sebenarnya menimbulkan efek negatif, yaitu munculnya kubangan jalan yang semakin hari semakin dalam.

Kondisi ini bertambah buruk pada musim hujan seperti saat ini, jalanan menjadi kubangan lumpur, akibat tonase yang berlebihan dari aktifitas pengangkutan ketiga perusahaan tersebut.

Jika melihat kondisi jalan Indra Makmu Julok, seharusnya muatan angkutan hasil bumi tidak melebihi 8 ton, tetapi kendaraan pengangkut kelapa sawit disana sudah melebihi kapasitas, bahkan ada yang mencapai 15 ton.

Dan kami harap kepada pemerintah terkait agar segera turun untuk melihat kondisi jalan" ungkap Romi.

GPIM juga menegaskan kepada PTPN 1 dan 3, serta PT Tualang Raya selaku perusahaan kebun sawit agar mengurangi tornase muatan truk nya, supaya di musim penghujan ini tidak semakin parah kerusakan jalan tersebut, akibatnya akan merugi masyrakat banyak, dan sebaiknya melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut.

"Kami juga meminta Dinas perhubungan agar meninjau kembali muatan truk-truk perusahaan sawit, sebab truk itu kami duga melebihi tornase.

Sebenarnya dana Pemerintah yang telah diguyurkan untuk membangun jalan Indra Makmu - Julok tersebut, bukan untuk di nikmati ketiga perusahaan tersebut, aspal Pemerintah untuk Rakyat Indra Makmu, percuma juga kalau kita minta jalan di rehap tetapi yang menikmati cukong-cukong pemborong angkutan sawit di perusahaan besar tanpa ada penjagaan dan pemeliharaan

GPIM juga berharap kepada Camat Indra Makmu yang baru dilantik agar segera melaporkan persoalan Jalan ini kepada Dinas terkait, supaya segera penanganan dan menyurati ketiga perusahaan terkait serta memberikan denda yang setimpal karena mereka diduga telah melanggar tonase jalan, hal ini sangat diperlukan, karena ketika kondisi rusak begini yang sangat di rugikan adalah Rakyat kecil, Tutup Romi Syahputra. (Red)

Ketua HIMAGA Harap Mahasiswa Kembali ke Daerah Berikan Solusi

On October 13, 2018

ATIMNEWS.COM | LHOKSEUMAWE-: Pengurus Himpunan Mahasiswa Gayo dan Alas (HIMAGA) Lhokseumawe - Aceh Utara priode 2018-2019 resmi di lantik oleh Wakil Bupati Aceh Tengah H. Pirdaus. S. Km. 

Dalam sambutannya ketua umum HIMAGA, menyampaikan mahasiswa ketika kembali dari tanah rantau harus memberikan solusi untuk membangun daerah.

"Mahasiswa Gayo yang kuliah di luar harus memberikan pemikiran yang baik untuk membangun daerah" Ungkap Sadra Munawar. 13 Oktober 2018

"Oleh karenanya jadilah mahasiswa yang tidak hanya belajar di dalam ruang kuliah,  belajarlah pula di luar ruang kuliah juga" lanjutnya. 

Dia juga menyampaikan kepada seluruh hadirin bahwa mencerdaskan anak bangsa,  bukan hanya tugas orang tua,  tugas pemerintah daerah namun tugas semua pihak. 

"Mencerdaskan anak bangsa itu adalah tugas kita semua,  oleh karenanya kita harus siap memperbaiki peradaban negri ini,  peradaban bangsa ini" pungkas Sadra,  di sambut tepuk tangan hadirin. 

Diketahui yang hadir pada Acara pelantikan pengurus HIMAGA priode 2018-2019 ini Wakil Bupati Aceh Tengah H. Pirdaus S. Km.  Ketua Kumpulan Masyarakat Gayo dan Alas (KUMAGA),  Kabag Hukum Polres Lhokseumawe, Salman Alfarisi. SH.  M.Hum. Himpunan Mahasiswa Singkil (HIMASIL),  Ikatan Mahasiswa Tamiang (IMATA), Ikatan Mahasiwa Minang (IMAMI) , dan Perhimpuanan Mahasiswa Gayo (Pematang).

Fraksi PKS DPR RI Hadiahi Umroh Atlet Judo Asal Aceh, Akmal Rusli Ucapkan Terima Kasih Kepada Ketua Fraksi PKS

On October 13, 2018

AtimNews.com | Jakarta-   Akmal Rusli Pemuda Aceh di jakarta Menyampaikan Terima kasih kepada Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI DR.H.Jazuli Juwaini,MA yang telah Mendukung , mengapresiasi dan menghadiahi Umroh Atlet judo asal Aceh Miftahul Jannah yang didiskualifikasi, karena bersikukuh tidak mau untuk melepaskan jilbabnya saat akan bertanding.

Hal ini di sampaikan oleh Akmal Rusli  ke pada ketua Fraksi PKS DR.H.Jazuli Juwaini,MA saat beliau Melakukan Kunjungan Silaturrahmi ke salah satu pesantren di daerah Serang,Sabtu (13/10/18).

Dalam Forum Silaturrahmi yang di hadiri sekitar 100 orang lebih, Akmal Rusli sosok pemuda aceh yang juga salah seorang Aktivis Nasional Menyampaikan Ribuan terima kasih kepada fraksi PKS DPR RI melalui ketua Fraksi DR.H.Jazuli Juwaini,MA.

Saya sebagai pemuda Aceh, sangat bangga dan salut kepada fraksi PKS yang yang telah memperhatikan dan memberikan hadiah umroh untuk adinda Miftahul Jannah, salah satu atlet Judo Asal Aceh.Miftahul Jannah Harus kita apresiasi setinggi tinggi nya karena sudah mempertahankan keyakinan tidak mau melepaskan jilbab saat bertanding, dia sudah menjaga marwah diri nya, dan juga marwah bangsa ini, terutama daerah asal nya bumi serambi makkah Aceh, Pungkas Akmal Rusli.

Kepada Media, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengapresiasi kokohnya keyakinan atlet judo tuna netra Indonesia, Miftahul Jannah yang tidak mau melepas jilbab, sehingga menyebabkan dirinya didiskualifikasi dari pertandingan Asian Para Games 2018 di kelas Judo 52 kilo.

Atas sikap keyakinannya tersebut, Fraksi PKS DPR menghadiahkan umroh untuk atlet asal Aceh ini.
.
"Kita semua haru dan bangga dengan semangat adik kita yang kokoh keyakinannya tidak mau melepas jilbab betapa pun ia ingin membela dan mempersembahkan medali untuk bangsa ini," kata Jazuli di Jakarta.
.
"Adik kita ini dihadapkan pada dua pilihan yang sulit hingga akhirnya memutuskan untuk memenangkan keyakinannya. Kita bangga dan untuk itu kita hadiahkan umroh untuk ananda Miftahul Jannah," jelasnya.

124 Peserta Ikut MTQ XXX Darul Aman

On October 13, 2018

AtimNews.com | IDI CUT – Sebanyak 124 peserta putra dan putri dari enam kemukiman mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXX Tingkat Kecamatan Darul Aman Tahun 2018. Kegiatan rutin dua tahunan itu dipusatkan di Pekan Idi Cut, Kec. Darul Aman, Kab. Aceh Timur, 12 - 14 Oktober.

MTQ XXX dibuka Staf Ahli Bupati Aceh Timur Muhammad Yasin, Jumat (12/10) malam. Hadir antara lain unsur muspika, para pimpinan dayah, mukim, keuchik dan imam serta pemuka agama.

Ketua Panitia MTQ XXX Darul Aman, Mauzir, SH, menyebutkan, peserta yang tampil merupakan hasil seleksi dari enam kemukiman yaitu Kemukiman Caleu, Kemukiman Kuta, Kemukiman Pulo Blang, Kemukiman Rambong, Kemukiman Pulo Pineung dan Kemukiman Pulo Baro.

"Cabang yang diperlombakan yaitu Tilawah (Dewasa, Remaja, Anak-Anak), Tahfiz (1 juz dan 5 juz), Syarhil Qur'an dan Fahmil Qur'an)," sebut Mauzir.

Camat Darul Aman, T. Muyazir, S.STP, dalam sambutannya mengharapkan, hasil seleksi MTQ di kecamatan itu dapat mengharumkan nama kecamatannya dalam MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Aceh Timur Tahun 2019.

"Mari kita sama-sama menyukseskan MTQ XXX Tingkat Kecamatan Darul Aman, muda-mudahan berjalan lancar hingga malam penutupan nantinya," kata T. Muyazir.

Sementara Staf Ahli Bupati Aceh Timur, Muhammd Yasin, dalam arahannya berharap, momentum MTQ dapat melahirkan generasi qur'ani yang dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alqur'an.

"Sehingga nantinya akan terwujud tatanan masyarakat yang agamis dan mendorong masyarakat untuk meningkatkan minat baca Alquran dengan baik dan benar sebagai kalam ilahi yang akhirnya dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Muhammad Yasin. (*).

Romi Syahputra Terima Piagam Penghargaan Dari Geuchik Gampong

On October 13, 2018

AtimNews.com | AcehTimur - Romi Syahputra, mantan Kasi Pembangunan Gampong terima piagam penghargaan dari Geuchik Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, kabupaten Aceh Timur atas pengabdiannya selama 4 tahun di Desa. 

Piagam tersebut langsung diserah oleh Keuchik H Syahruddin Ab di kantor Keuchik setempat. Sabtu (13/10/2018).

"Piagam ini kami beri sebagai ucapan terimakasih kepada Romi Syahputra yang telah nengabdi di desa dengan baik" ungkap Geuchik.

Walau Romi telah memundurkan diri di pemerintahan Gampong sebagai kasi, namun kami harap pengabdiannya terhadap Desa agar terus dilakukan dengan ihklas. Harap H Syaruddin Ab.

Sementara itu, Romi Syahputra menyampaikan rasa terimakasih kepada pemerintahan Desa dan warga Desa Alue Ie Mirah yang telah mendukung dan mempercainya selama menjabat di Kasi Pembangunan Gampong.

"Alhamdulillah, ini semua berkat dukungan dari warga sehingga selama saya menjabat dapat melakukan pembangunan dengan baik" ungkap Romi penuh dengan syukur dan terharu pada saat menerima penghargaan dari Keuchik Gampong.

Dirinya juga akan terus berkontrubusi terhadap pembangunan desa walau ia tidak menjabat lagi di Kasi. "Sebagai tangung jawab pemuda, insya Allah saya dan teman teman lainnya akan terus mengabdi terhadap Desa dan juga Indra Makmu tercinta ini" tutup Romi Syahputra. (Red)

Yayasan Bina Warga Jeumpa Salurkan Bantuan Melalui Posko Relawan Bireuen Peduli Bangsa

On October 12, 2018

ATIMNEWS.COM | BIREUEN - Yayasan Bina Warga Jeumpa menyerahkan bantuan ke posko Induk Bireuen Peduli Bangsa berupa uang tunai sebesar Rp. 2.218.000 dan 10 karung beras serta pakaian layak pakai, Sabtu 13/10/18.

Bantuan tersebut diserahkan pada jumat (12/10/2018) melalui Kepala Bagian Penggalangan Dana Gunawan di Pokso Induk ditugu Kota Juang, yang mana hari jumat merupakan hari terakhir penggalangan dana yang dilakukan oleh Relawan Bireuen Peduli Bangsa.

Menurut Wahyu Saputa SE, koordinator penggalangan dana yayasan, sumbangan ini kami galang selama 2 hari ke beberapa titik lokasi di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya sebagai bentuk kepedulian dari Relawan Yayasan Bina Warga kepada korban gempa dan tsunami di sulawesi tengah.

Kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat dan ketua Yayasan atas segala bantuannya, melalui posko induk Bireuen Peduli Bangsa Kami titipkan sumbangan Masyarakat serta sumbangan beras dari Ketua Yayasan, semoga bermanfaat dan dapat meringankan saudara kita yang sedang ditimpa musibah, ungkap Wahyu Saputa S.E yang turut didampingi teman dari Yayasan Bina Warga Jeumpa tersebut. [Andri Boim]

Didepan Ribuan Masyarakat ASJA Fachrul Razi: ASJA Kita Perjuangkan Karena Cita-Cita Almarhum Nek Abu Adnan Bakongan

On October 12, 2018

AtimNews.com | Tapaktuan - memperingati Haul Ulama Aceh Alm. Abuya Syech H. Adnan Mahmud di Bakongan Aceh Selatan yang ke VII (1905-2011 M) yang berlokasi di Peusantren Ashabul Yamin Kecamatan Bakongan Aceh Selatan, Kamis (11/10/2018) mengambil tema "Melanjutkan Perjuangan Alm Abu Adnan dalam mewujudkan Pemekaran Aceh Selatan Jaya (ASJA)."

Haul ke 7 Alm Abu Adnan berlangsung dengan Khitman dengan zikir Raja Seulawet yang dipimpin oleh Tgk. H. Abu Bakar (Abon Buni  Abon Buni dari Aceh Utara pimpinan Dayah Ashhabul Yamin di Kecamatan Paya Bakong, Kab. Aceh Utara dan dihadiri oleh ribuan undangan baik dari masyarakat, santri, Alumni, unsur pemerintahan dan juga hadir santri dayah dari luar Aceh bahkan Aceh.

Mengangkat Tema Pemekaran Aceh Selatan Jaya (ASJA) Senator Aceh H. Fachrul Razi, MIP selaku Pimpinan Komite I yang membidangi Pemekaran DOB dan juga Ketua Panja pemekaran wilayah barat di undang khusus untuk mempersentasikan perkembangan DOB ASJA di tingkat pusat. Selain H. Fachrul Razi, MIP juga hadir Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran  mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

"Perjuangan yang kita lakukan untuk mewujudkan kabupaten baru Aceh Selatan Jaya (ASJA) adalah amanah dari perjuangan dan cita cita ulama besar Aceh yaitu Nek Abu Adnan Bakongan," Jelas Fachrul Razi. 

Dalam paparannya H. Fachrul Razi, MIP menyampaikan berkat usaha dan doa para ulama dan seluruh masyarakat Aceh Selatan khususnya di 11 Kecamatan Kluet dan Bakongan serta Trumon, "Alhamdulillah DOB Asja merupakan calon DOB yang mendapat urutan pertama di draf RPP yang telah masuk di 173 calon DOB seluruh Indonesia. Untuk saat ini kita cuma tinggal menunggu dua Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penataan Daerah dan Desain Besar Penataan Daerah ada di meja Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) yang belum di tanda tangani oleh Persiden Republik Indonesia," tambah Fachrul Razi.

Usaha untuk percepatan terwujudnya DOB di Indonesia terus dilakukan DPD RI, ditahun ini saja kata Senator Muda Aceh ini sudah beberapa agenda dilakukan baik Aksi DPD RI bersama seluruh Panitia Calon DOB se Indonesia untuk menuntut dibukanya Moratorium Pemekaran, dan Komite I DPD RI juga telah di undang Staf Kepresidenan untuk membahas dua PP yang harus di tanda tangani oleh Presiden RI.

Di Akhir presentasinya, H.Fachrul Razi meminta kerjasama seluruh masyarakat Aceh Selatan dalam melanjutkan perjuangan Alm Abu Adnan untuk mewujudkan Kabupaten Aceh Selatan Jaya (Asja) terutama pentingnya dukungan dari Pemerintahan Aceh Selatan.

Tgk Amran atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mengucapkan Apresiasi dan terimakasih kepada H. Fachrul Razi, MIP yang telah memperjuangkan Aspirasi Ulama dan masyarakat Aceh Selatan, semoga Cita-cita Alm Nek Abu Adnan cepat terwujud. 

"Pemerintah Aceh Selatan saat ini siap membantu dan mewujudkan aspirasi pemekaran Asja dengan melupakan perbedaan politik dimasa lalu dan kini saatnya kita bergandeng tangan untuk mewujudkan Aceh Selatan Hebat," jelas Tgk Amran.

Tausiah singkat Waled Marhaban meminta seluruh Masyarakat Aceh Selatan untuk bersama membantu pemekaran Kabupaten Asja karena ini merupakan cita-cita ulama Aceh. Waled Marhaban yang juga Ketua Panitia DOB Asja juga berterima kasih yang setinggi-tingginya pada H. Fachrul Razi, MIP yang telah membantu sepenuhnya dalam mewujudkan pemekaran ini. "Dijakarta Pemekaran Asja ini sepenuhnya dilakukan oleh ananda Fachrul Razi, baik dia selaku Anggota DPD RI bahkan sampai menjumpai Menteri pun Fachrul Razi yang fasilitasi, bukan hanya itu, hingga yang bersuara dan menggalang aksi ke Istana juga Fachrul Razi," ucap Waled.

Waled Marhaban mengajak seluruh masyarakat bersama sama memperjuangkan Asja, "Jangan hiraukan fitnah fitnah tentang perjuangan ini, biarkan Allah yang membalas mereka, kita tetap terus memperjuangkan Asja terbentuk," jelas Waled.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRA, Forkopimda Aceh Selatan, Para Camat dan Tokoh Masyarakat lainnya. Juga hadir Anak Abati, Tgk H. Aqeel yang juga calon DPR RI.

Gerakan Pemuda Indra Makmu Peduli Bencana Palu

On October 12, 2018

AtimNews.com | Aceh Timur - "Dengan mengunakan tagar duka Palu duka Kami juga". Dan merasa berpijak di tanah yang sama, yakni Tanah Air Indonesia, LSM Gerakan Pemuda Indra Makmu (GPIM Aceh Timur) pun turut mengambil bagian untuk meringankan beban para korban bencana yang ada di Palu, Donggala dengan mengalang dana di pusat kecamatan Indra Makmu, tepatnya di desa Alue Ie Mirah. Jum'at (12-10-2019).


Galangan dana dilakukan tiga lokasi yang berbeda, diantara di Desa Alue Ie Mirah, SKM dan Desa Alue Itam, GPIM berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp. 4.088.000,-. Ungkap Seviana Sari selaku bendahara panitia.

Sementara itu, Bagus selaku ketua Panitia Galangan dana tersebut mengatakan, acara ini akan berlangsung selama tiga hari, sejak 12 hingga 25 Oktomber 2018.



"Kami merasakan duka yang mendalam juga. Entahlah bagaimana jika kami yang ada di posisi mereka. Sebagai bentuk kepedulian kita, kami, menggalang dana di seputaran kecamatan Indra Makmu, ini akan kami lakukan selama tiga hari kedepan. Semoga nanti dapat menguragi beban para korban walau bantuan nya ala kadar" kata Bagus.


GPIM juga menyampaikan ribuan terimakasih kepada Hamba Allah yang telah memberi sumbangannya secara ihklas, semoga Allah melimpahkan rejeki kita, amiin. Tutup Bagus. (Red)

MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT DAN RUMAH TAHFIZH AR RIDWAN BERSINERGI MENDIDIK GENERASI QUR'ANI

On October 12, 2018

ATIMNEWS.COM | BEKASI - Pimpinan Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Pusat Melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat ( KPEU) Menyalurkan sebanyak 120 Eksampler Al Qur'an Untuk para santri yang menghafal Al Quran di Rumah Tahfizh  Ar Ridwan setu, Bekasi, Jumat 12/10/18.

Majelis Ulama Indonesia ( MUI) merupakan lembaga  tertinggi yang mengayomi ummat dan memberdayakan ummat di negeri ini, Melalui Bidang Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat ( KPEU) salah satu bagian di Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Pusat yang fokus peduli  terhadap generasi bangsa yang ingin menghafal Al Quran dengan memberikan  berbagai kebutuhan fasilitas  sebagai penunjang nya, seperti menyalurkan Al Quran kepada lembaga lembaga Tahfizh yang fokus untuk mendidik generasi Qur'ani.

Ustd Akmal Rusli, Juru Bicara Mitra Dai Indonesia dan Ustd Abdurrahman Hilabi, Salah satu pejabat MUI Pusat dan juga Sebagai Dewan Penasehat Mitra Dai Indonesia ikut  Menfasilitasi pertemuan Antara Direktur Rumah Tahfizh Ar Ridwan dr.Rina Widi Astuti dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Direktur Rumah Tahfizh Ar Ridwan dr.Rina Widia Astuti Kepada Media, Menyampaikan sangat berterima kasih dan  bersyukur atas penyaluran Al Quran ini Oleh Majelis Ulama Indonesia ( MUI), kami pimpinan dan pengurus Rumah Tahfizh Ar Ridwan sangat bangga dengan pihak Majelis Ulama Indonesia ( MUI) yang telah memperhatikan para Generasi bangsa yang ingin menghafal Al Quran. semoga mereka ke depan menjadi generasi
 Qurani.

dr.Rina Widia Astuti mengatakan, Rumah Tahfizh Ar Ridwan setiap sore hari mengadakan kegiatan hafal Al Quran untuk anak anak yang masih berstatus pendidikan SD hingga SMP secara gratis.


Antusiasme anak anak di sekitar Setu, Cikarang Barat, Bekasi  sangat luar biasa. karena itu, kami pengurus Rumah Tahfizh Ar Ridwan Mengadakan kegiatan menghafal Al Quran secara gratis dan menfasilitasi honor untuk para ustdz dan Ustzh yang mengajar Tahfizh di Rumah Tahfizh Ar Ridwan.para pengajar yang kita undang adalah mereka yang sudah selesai menghafal Al Quran 30 Juz, Pungkas Direktur Rumah Tahfizh Ar Ridwan dr.Rina Widia Astuti.

dr.Rina Widia Astuti menambahkan, ke depan pihak pengurus Rumah Tahfizh Ar Ridwan ingin mendirikan pesantren Tahfizh untuk anak anak yang ingin fokus menghafal Al Quran yang berada di sekitar setu, cikarang barat, bekasi.


Sekarang kita sedang berbenah untuk menjadikan Rumah Tahfizh Ar Ridwan menjadi pesantren Tahfizh Al Quran.saat ini Rumah tahfizh Ar Ridwan masih perlu masukan ide ide  dan  bantuan berbagai pihak untuk mewujudkan pesantren Tahfizh Quran.jika ada  donatur yang ingin berkerjasama, insyallah pihak Rumah Tahfizh Ar Ridwan Siap, tutur Direktur Rumah Tafizh Ar Ridwan dr.Rina Widia Astusi.

dr.Rina Widia Astuti juga berpesan, apabila bangsa ini ingin berkah maka generasi nya harus dekat sama al Quran.karena Al Quran menjadi penolong bagi setiap manusia di dunia dan di akhirat.seperti itulah pesan Rasulullah SAW  di dalam hadist nya.hidup kita ini pun harus berguna dan bermanfaat bagi orang lain, karena Sebaik baik  manusia adalah yang bermanfaat bagi orang yang lain, tutup dr.Rina Widia Astuti. [Akmal Rusli]

Atjeh Connection Tembus Pengungsi Donggala di Perbukitan

On October 12, 2018

AtimNews.com | SULAWESI TENGAH- Ribuan Paket sembako bantuan untuk korban gempa dan Tsunami Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah berhasil di salurkan oleh Tim Atjeh Connection Foundation (ACF) Peduli.

Dari sejumlah desa yang didatangi tim ACF dalam rangka penyaluran bantuan, sebagian dari mereka baru pertama menerima bantuan pasca Gempa dan Tsunami yaitu dari Atjeh Connection Foundation Peduli, seperti di sebagian pengungsi yang ada di Desa Lende Tovea, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah.

Sebagian dari mereka mengungsi ke perbukitan, memang, secara kasat mata tidak terlihat tenda pengungsian mereka karena berada dalam hutan. Oleh sebab itu, tim ACF mendaki bukit tersebut menelusuri hutan guna menemui para pengungsi dan menyerahkan langsung kepada penerima. Mirisnya, kebanyakan dari para pengungsi yang didatangi tim, rumah mereka rubuh dan tidak bisa ditempati lagi.

Sehingga, saat ditanya kapan akan kembali ke desa masing-masing, kebanyakan dari mereka tidak tau kapan akan kembali, bukan tidak mau kembali dari pengungsian, akan tetapi, rumah mereka sudah rubuh dan tidak bisa ditempati lagi.

Untuk diketahui, perjalanan dari Kota Palu  menuju kecamatan Sirenja atau sering disebut pantai Barat Sulteng, membutuhkan waktu 6 jam untuk PP menembus Medan berat, disusul jalan yang rentan longsor membuat perjalanan was-was, namun hal itu bisa ditembus dengan selamat berkat semangat team yang sangat luar biasa.

Hal yang sama dialami tim ACF saat menempuh perjalanan 4 jam menuju Desa Bola Papu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi Sulteng, Perjalanan 8 jam PP menuju lokasi ribuan pengungsi akibat gempa dan Tsunami itu membutuhkan nyali yang kuat, pasalnya, jalan menuju Kulawi tergolong rusak parah dan tanjakan tinggi, turunan yang juram, belum lagi luas ruas jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil, karena panggilan hati, membuat misi kemanusiaan ini terjalani dengan baik.

Sesampai di lokasi pengungsian, tim ACF disambut dengan baik oleh para pengungsi, malah salah satu para pengungsi mengapresiasi atas kinerja ACF yang menyalurkan langsung bantuan ke sejumlah tenda pengungsi.

" Selama ini, Didrop bantuan dengan heli copter, penyaluran ke kami sedikit, apa yang kalian lakukan dengan cara menyerahkan langsung bantuan, ini cukup luar biasa dan sangat membantu kami para pengungsi," ujar salah satu pengungsi di Bola Papu, Kamis 11 Oktober 2018, malam.

Dari hasil pendataan kebutuhan oleh tim ACF, secara umum, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi, beras, ikan kaleng atau telur, selimut dan kebutuhan bayi, termasuk pembalut wanita.

Tidak ada Penjarahan

Tim ACF sudah memasuki hari ke 8 berada di Sulawesi Tengah dalam misi kemanusiaan, secara umum disambut dengan baik oleh sejumlah pengungsi yang ada.

Bahkan, penjarahan yang kerap diberitakan terjadi di Kota Palu dan sekitarnya pasca musibah, tidak pernah terlihat dengan kasat mata tim.

"Alhamdulillah, sejauh kami menjalankan misi kemanusiaan di Sulteng, belum pernah di Jarah, aman dan tertib saat kami menyalurkan bantuan" ujar Rico Abdul Kadir salah satu relawan dari ACF.

Di samping itu, kerjasama masyarakat dengan tim ACF juga sangat bagus dalam membantu jalannya proses penyaluran bantuan. Saat ini, lokasi posko ACF dalam bentuk tenda berada di Desa Loru, Kecamatan Sigi Biro Maru, Kabupaten Sigi.

"Kemanapun kami menyalurkan bantuan, baik ke Kabupaten Donggala, Sigi dan Palu, selalu ditemani dan dibantu proses penyaluran bantuan hingga selesai, sehingga tidak butuh pengamanan dari pihak kepolisian, ini juga salah satu yang cukup luar biasa," pungkasnya.

Lebih lanjut, secara keseluruhan, tidak ada kendala yang berarti bagi relawan yang ingin menyalurkan bantuan di Sulteng, hanya saja, menurut Rico, tergantung cara pendekatan para relawan dengan para pengungsi dan juga dengan perangkat desa serta para pemuda desa tempat para pengungsi berada.

"Sejauh ini, kami dari tim ACF bisa memastikan, kondisi di Sulteng khususnya bagi para relawan terbilang aman, bahkan masyarakat sendiri sangat antusias dan menyambut dengan baik setiap adanya relawan yang menghampiri mereka,".

Adapun Desa yang sudah di salurkan bantuan dari ACF terdiri dari Desa Labean, Tompe, Ujung Bo, Lende tovea dan Desa Bosa yang berada di Kabupaten Donggala.

Kemudian, Kelurahan Petobo, Desa Biro Maru, Desa Lolu, Desa Jono oge (Tanah Berlumpur), Desa Sidera, Desa Loru, Kecamatan Sigi Biro Maru, Sulteng serta Donggala Kodi dan Palu Barat. 

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi mendonasikan untuk korban gempa di Sulteng,  Atjeh Connection Foundation masih membuka kesempatan bagi yang ingin menyumbang, bisa langsung mendatangi posko yang beralamat di The Paray Cafe, Komplek Permata Mediterania, Pos Pangumben, Jakarta Barat.

Atjeh Connection juga membuka rekening donasi untuk rakyat Indonesia yang ingin mengambil bagian guna membantu masyarakat Sulawesi Tengah, di Rekening Bank Mandiri, dengan nomor 165.00.17007007 a.n Yayasan Atjeh Connection, dan konfirmasi donasi di nomor WhatsApp  0852-6005-3813.

Sementara itu, Founder ACF Amir Faisal Nek Muhammad mengucapkan terimakasih kepada seluruh para donatur yang telah berdonasi dalam program kegiatan ACF Peduli yang kini sedang dilaksanakan oleh tim di Sulawesi Tengah.

"Sebuah kehormatan juga mendapat kepercayaan dari para donatur kepada ACF yang telah menyumbangkan baik dalam bentuk uang maupun barang, semua ini akan dibalas oleh Allah SWT," tutup Amir Faisal. (ichan)

Musim Hujan, KMPA Minta PLN dan Pemko Subulussalam Siap Siaga

On October 11, 2018

ATIMNEWS.COM | SUBULUSSALAMMemasuki bulan-bulan akhir tahun, yang selalu disebut musim penghujan, KMPA (Komite Mahasiswa Pemuda Aceh) Kota Subulussalam meminta agar Pihak PT. PLN dan Pemko Subulussalam untuk siap siaga dalam situasi apapun. 

Seperti yang kita ketahui Subulussalam memiliki curah hujan  yang sangat lebat dan ekstrim disertai petir, bahkan durasi hujan nya pun sampai 24 jam penuh, ini menjadi kewaspadaan serius bagi kita semua, mengingat kondisi alam ini tidak bisa kita bendung namun kita dapat lebih hati-hati serta mewaspadai kondisi apa yang akan terjadi, hal ini di sampaikan ketua KMPA Subulussalam Raswanto Sagala Kamis 12/10/2018. 

"Kita berharap agar PLN tetap standby dalam hal kelistrikan, jangan nanti begitu hujan, sedikit-sedikit listrik padam, apalagi disaat malam hari ini cukup menyulitkan masyarakat. Coba bayangkan bila terjadi hujan lebat disitu pula listrik padam, tentunya kondisi ini sangat memprihatinkan belum lagi nanti bila terjadi banjir dan longsor, biasanya setiap tahun Kota Subulussalam terjadi banjir kami mengharapkan agar pihak PLN dan Pemko harus siaga ini," ucap Raswanto

Ia juga menambahkan bahwasanya instansi terkait tentunya sudah punya pengalaman dari tahun ke tahun, pihak PLN, Pemko beserta jajaran seperti pihak BPBD, SAR, Tagana dan pihak-pihak pendukung lainnya sudah pasti memetakan titik-titik rawan bencana alam yang mengakibatkan mengganggu aktivitas masyarakat. Sehingga apabila bencana itu datang, kita sudah siap melakukan segala sesuatunya, baik bersifat evakuasi maupun dalam hal penanggulangan bencana tersebut. 

Dengan kewaspadaan dan siap siaga semua pihak Kota Subulussalam ini selalu terjaga dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Bila pun ada bencana datang kita sudah siap segala sesuatunya. Tegasnya. (Rls)