AtimNews.com | BANDA ACEH – Jelang 13 tahun peringatan gempabumi dan Tsunami Aceh, Ikatan Alumni Magister Ilmu Kebencanaan (IKAMIK) Unsyiah menyelenggarakan diskusi ilmiah, doa bersama untuk korban Tsunami Aceh dan Kenduri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Gedung Hyogo Prefecture Unsyiah Sabtu, 23 Desember 2017.
Acara diskusi ilmiah bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan (Hibeuna) dan Prodi Magister Ilmu Kebencanaan menghadirkan pemateri dari Tohuku University – Jepang, Yu FUKUDA, Ph.D dan Alfi Rahman, M.Si Alumni MIK Unsyiah yang saat ini sebagai kandidat doktor di Tohuku University.
Ketua Umum IKAMIK Unsyiah, Muhammad Daud dalam sambutannya saat membuka acara menyebutkan, Alumni Magister Ilmu Kebencanaan Unsyiah kini sudah berkontribusi diberbagai lembaga pemerintah dan masyarakat untuk terus membangun sinergisitas dan pengetahuan pengurangan risiko bencana baik di Aceh maupun Indonesia. Dalam kesempatan itu, Muhammad Daud juga mengajak seluruh alumni untuk terus melaksanakan tridharma perguruan tinggi sebagai tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Peringatan 13 Tahun Gempabumi dan Tsunami Aceh, menurut alumni MIK Unsyiah yang lulus pada 2016 ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di Provinsi Aceh semata.
"Peringatan gempabumi dan Tsunami Aceh ini, harusnya bisa dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sebagai pembelajaran bagi generasi masa yang akan datang, agar jangan sampai banyaknya jatuh korban jiwa saat tsunami Aceh terulang lagi" ujar Muhammad Daud.
Ia menambahkan, sepantasnya, Pemerintah Republik Indonesia perlu menetapkan setiap tanggal 26 Desember sebagai hari peringatan gempabumi dan tsunami secara nasional.
"Presiden Jokowi bisa menetapkan 26 Desember sebagai Peringatan Gempabumi dan Tsunami Nasional, agar ini menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia agar tanggap dan sadar bencana tsunami yang bisa terjadi kapan saja. Apalagi Indonesia ini kan salah satu negara yang cujup berpotensi tsunami tentu tidak bisa kita abaikan begitu saja," sebut Muhammad Daud lagi
Diskusi Ilmiah yang dihadiri puluhan mahasiswa dan pelajar bertema "Smong dan Post-Disaster Ritual Masyarakat Jepang – Aceh" dihadiri oleh Dosen dan Ketua Prodi Magister Ilmu Kebencanaan Unsyiah, kearifan lokal SMONG yang dipresentasikan oleh Alfi Rahman telah menyelamatkan 80.000 lebih masyarakat Simeulue dari bencana Tsunami tahun 2004 silam, dimana hanya 3 orang yang meninggal akibat dampak langsung bencana Tsunami yang mematikan tersebut. Yu FUKUDA peneliti asal jepang yang membahas tentang ritual Tsunami Jepang-Aceh, menyimpulkan perbedaan dalam peringatan tsunami antara jepang dengan Aceh, masyarakat Aceh memperingati Tsunami selain untuk mengingat kembali bencana Tsunami, juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sementara di Jepang peringatan Tsunami untuk menenangkan roh korban yang telah meninggal, peringatan Tsunami Jepang sama sekali tidak mengenal tuhan layaknya di Aceh.
acara di akhiri dengan kenduri maulid Nabi Muhammad SAW, santunan anak yatim dan doa bersama yang di pimpin oleh Tgk. H. Takdir Feriza yang merupakan Qari International asal Aceh. (Jamal)

