![]() |
| M Iqbal S.sos |
ATIMNEWS.COM | BANDA ACEH - Menyikapi maraknya peredaran narkoba dengan penangkapan terhadap ratusan pengedar sabu sabu di Aceh, baik yang dilakukan oleh Polisi Aceh, dibawah Kendali Kapolda Aceh, Badan Narkoba dan Narkotika Provinsi Aceh (BNNP Aceh) bersama Badan Narkoba dan Narkotika RI di Aceh.
Sehingga Pemerintah di Aceh telah berusaha bekerja menyelamatkan ribuan lintas generasi Aceh yang perlu dididik kedepannya dari kehancuran akibat bahayanya penyalahgunaan Narkoba jenis sabu sabu dengan menelusuri sistem peredaran barang haram tersebut , termasuk para pemasok sabu sabu dan pihak pengedar hingga para pemakainya semakin banyak yang telah ditangkap terhadap pihak pemain narkoba jenis sabu sabu yang menyerang Indonesia, khususnya di Aceh.
Hal tersebut disampaikan oleh M.Iqbal S.Sos, sebagai Duta Anti Narkoba Aceh yang dikukuhkan beberapa hari yang lalu di Aula ACC Dayan Daud, Unsyiah oleh Deputi Pencegahan Narkoba BNN RI.
Menurut Iqbal S.Sos, yang juga alumni Fisipol Universitas Al Muslim ini, beredarnya Narkoba jenis Sabu Sabu secara merajela di Aceh, merupakan suatu praktek kejahatan kemanusian dan sudah menjadi suatu rahasia umum dengan iming iming sebagai bisnis ekonomi yang menjaminkan kehidupan untuk keluarganya dengan menghalalkan segala dengan cara melanggar hukum,baik secara hukum agama islam maupun hukum Negara yang diatur Peraturan Perundang Undangan Nomor 35 Tentang Narkotika(Narkoba) Tahun 2009 di Negara Republik Indonesia ini. Ungkapnya, Kamis (25/01).
Permasalahan Narkoba jenis sabu sabu di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan yang luar biasa, sehingga sudah masuk keseluruh pelosok Desa/Gampong dengan telah menjamah para Lintas Generasi Muda Aceh dan telah menghantam kalangan lintas profesi di Aceh. Baik itu yang menimpa kalangan Mahasiswa/i, Pelajar, Oknum Pejabat Birokrat, Politisi, Oknum Polisi dan Oknum TNI di Aceh yang terjebak dalam lingkaran transaksi Penyalahgunaan Narkoba dengan target para pemakai Jenis Sabu Sabu sudah sangat luar biasa dijadikan sebagai ajang bisnis ekonomi yang haram sangat menjanjikan dan menggiurkan. Sehingga banyak lintas generasi di Aceh yang harus masuk penjara,dan masuk Rumah Sakit Jiwa di Aceh akibat virus Narkoba yang sudah terkontaminasi, jenis Sabu Sabu akan menyerang siapa saja tanpa melihat latarbelakang profesinya.
"Kami mengapresiasi atas kinerja pihak penegak hukum di Aceh, khususnya pihak BNNP Aceh, BNNK Kabupaten/Kota yang selama ini telah berkerja keras dalam memberantas maraknya peredaran Narkoba di Aceh" ungkap Pembina SPMA Bireuen ini.
Lanjut Iqbal, patut dengan memberi suara penghormatan, khususnya kepada pihak penegak hukum yang diberikan kewenangan secara Peraturan Perundang Undangan Negara, dalam bertugas memberantas Narkoba di Aceh sudah mulai menampakkan capaian kinerjanya yang begitu sangat luarbiasa, terhadap langkah upaya penanganan pemberantasan akan bahaya Penyalahgunaan terhadap Narkoba di Aceh, meskipun belum tuntas memutus mata rantai jalur utama terhadap para aktor utama di luar negeri sebagai pemasok narkoba jenis sabu sabu yang beredar sangat luas di daratan Aceh maupun yang dipasok melalui jalur Laut di perairan Aceh. Katanya.
"Kita meminta kepada pihak kepolisian, BNNK, BNNP Aceh dan Pihak BNN RI bisa sinergis dan solid tanpa memutuskan koordinasi yang baik dengan kerjasama dengan semua elemen rakyat Aceh,baik dengan Abu Abu Ulama Aceh, Cerdik Pandai, maupun pihak akademisi sebagai tanggungjawab bersama memerangi peredaran Narkoba tanpa pandang bulu mulai dari pucuknya hingga sampai ke akar akarnya.",Sebut Iqbal Aktivis Aceh dari Bireuen ini.
"Semoga upaya pencegahan, sosialisasi pencegahan narkoba bisa ditingkatkan melalui kampus,sekolah menengah umum, di dayah/Pesantren serta desa/Gampong bisa ditingkatkan langkah upaya pencegahan dan sosialisasi terhadap bahayanya peredaran penyalahgunaan narkoba yang menyerang generasi Aceh kedepannya" harap Iqbal.
Sementara itu, Ketua SPMA Aceh, Roys Vahlevi ST mengatakan, Kondisi maraknya peredaran narkoba dari luar (Malaysia) masuk ke Aceh harus segera diatasi.
![]() |
| Roys Vahlevi, Ketua SPMA Aceh |
"Aceh merupakan Serambi Mekkah, segala bentuk peredaran narkoba di Aceh harus segera dibasmi sampai ke akar-akarnya. Selamatkan generasi muda Aceh dari pengaruh narkoba sehingga Syariat Islam dapat berjalan dengan baik," tegas Roys. (Red)


