AtimNews.com | Aceh Timur - Pemerintah kabupaten Aceh Timur melalui forum diskusi, komitmen mendukung proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Tampur II, yang berlokasi di desa Tampur, kecamatan Simpang Jernih, proyek pembangunan PLTA itu dilaksanakan oleh PT Karmizu Tampur Hydro asal Negara Cina yang masih dalam perencanaan.
Asinten II Sekdekab Aceh Timur Usman Arahman, dalam forum diskusi itu menyampaikan selaku pemerintah pihaknya sangat mendukung proyek PLTA Tampur II, dengan tidak mengenyampingkan hak masyakat maupun mahluk hidup yang terkena dampak dari megaproyek tersebut.
"Proyek PLTA Tampur II tentu pembangunan ini berpengaruh, baik asfek lingkungan, dampak postip memang sangat besar begitu juga dampak negatip, menurut informasi proyek PLTA ini hampir memakai lahan sekitar 4000 hektar untuk pembangunannya. Hampir semua area yang di gunakan adalah area kawasan KEL (kawasan Ekosistem Loser). masalah lingkungan, satwa yang ada didalamnya akan terancam habitatnya, seperti gajah, orang hutan harimau dan lainnya, ini perlu penyelesaian, jangan sampai mereka terusik dan menjadi komplik dengan manusia. Kemudian masalah sosial, penduduk disana benar benar harus menjadi perhatian perioritas, jangan nanti penduduk disana menjadi penonton, walau tadi di katakan proyek ini akan menampung tenaga kerja hampir 2000 orang, baik skill maupun non skill, jangan setelah berdiri masyarakat disana tidak dapat berkerja"
Jangan sampai setelah prusahaan ini dibuka masyarakat lokal yang punya skil, tidak dapat bekerja dengan dalih bermacam macam, perekrutan tenaga kerja harus terstruktur mulai dari desa, kecamatan, hingga provinsi, berkerjaasama dengan disnaker, seluruh asfek ini perlu mendapat perhatian dan apa yang di rencanakan berjalan dengan lancar, tegas Usman Arahman dalam diskusi itu, di Royal hotel Idi. Kamis (25/1). Yang dihadiri oleh perwakilan dinas terkaitm, erwakilan Polisi, TNI, dan pihak PT Kamirzu.
Sementara itu Dedi Setiadi Senior Project Manager PT Kamirzu, kepada ORBIT menjelaskan, proyek PLTA Tampur II ini sudah mendapat ijin perinsip dari gubernur aceh dan Bupati Aceh Timur dan selanjutnya masuk dalam tahapan penyelidikan.
"Kita baru melaksanakan penyelidikan atau Psibilitystady itu mencakup penyelidikan geoligi tahap awal, potograpi tahap awal, dan hidrology tahap awal, ini masih dalam exsplorasi tahap awal, belum ada kegiatan pisik dilokasi. penelitiaan selanjutnya berdasarkan permohonan izin dulu, karena beberapa ijin harus dipenuhi baru kita melanjutkan penyelidikan lebih lanjut, kata Dedi Setiadi.
Kata Dedi lokasi Proyek PLTA yakni Sungai Lesten, desa ampur paloh dan tampu bor, kecamatan Simpang Jernih. PLTA Tampur II berkapasitas 40 megawat, penelitian ini ditargetkan PT Kamirzu selama lima tahun baru memasuki tahap pembangunan kontruksi.
"Berdasarkan debit sungai yang kita teliti proyek ini mampu menghasilkan 40megawat, ini masih kecil dibangdingkan proyek PLTA Tampur I di gayo lues. Setelah Selesai penyelidikan ini baru kita melakukan kegiatan penelitian secara pisik baik itu geologi potografi dan hidrology, setelah laporan keluar akan di bahas, target kita penelitian saja lima tahun baru melangkah kontruksi, jelasnya.
Dampak Positip Dan Negatip Proyek PLTA Tampor II
Dedi juga menjelaskan dampak positip dari keberadaan proyek PLTA Tampor II yakni dapat menanggulangi banjir, sumber air Irigasi persawahan, menciptakan jenis usaha bidang perikanan air tawar, peenyerapan 2000 tenaga kerja untuk pembangunan infrastruktur kawasan industi. Dan dampak negatipnya perubahan rona lingkungan.
"tetapi hal ini dapat diminimalisir degan rencana pemantauan lingkungan (RPL) dan rencana kelola lingkungan (RKL) yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan dengan pengawasan lingkungan hidup" kata Dedi.
Kita sangat senang mandapat dukungan dari pemerintah daerah kemudian kita akan sosilisasi kepada masyarakat karena dampat positipnya banyak, semoga ini dapat berjalan sesuai dengan kita rencanakan harapan kami. Demikian Dedi. (Ardy)

