Atimnews.com - Menikah dalam usia yang belum matang bahkan dengan persiapan yang begitu minim malah akan membawa dampak buruk dalam suatu hubungan. Banyak sekali cerita mengenai salah satu pasangan yang rela meninggalkan pasangan yang sudah bertahun-tahun menemaninya hanya karena orang lain sudah terlebih dahulu melamarnya.
Hal
ini tentu saja akan menimbulkan rasa sakit kepada pasangan yang
ditinggalkan karena perjuangan dan kesetiaannya berakhir begitu saja.
Menikah memang menjadi hak setiap orang bahkan boleh-boleh saja di usia
muda Anda melakukan pernikahan.
Namun ada beberapa hal yang perlu
diingat bahwa pernikahan tidak selalu berisi kebahagiaan-kebahagiaan
apalagi jika ternyata tidak ada waktu yang cukup lama untuk saling
mengenal pasangan, maka sudah tentu dampak buruh hanya akan menimpa
rumah tangga Anda. Berikut ini beberapa dampak yang mungkin akan Anda
rasakan jika terlalu terburu-buru menikah tanpa lebih dahulu mengenal
pasangan Anda.
- Konflik akan muncul tanpa penyelesaian yang solutif
Penyesalan
sudah tentu datang di belakang dan sangat sulit untuk diperbaiki. Jika
Anda memutuskan untuk menikah tanpa terlebih dahulu mengenali pasangan
luar dalam maka akan muncul berbagai konflik yang susah sekali untuk
diselesaikan apalagi jika keduanya belum benar-benar mengetahui
kekurangan dan kelebihan satu sama lain.
Menikah
kadang kala dijadikan sebagai kambing hitam dan dianggap mampu
menyelesaikan berbagai jenis persoalan, padahal hal ini salah besar
karena pernikahan adalah pintu gerbang munculnya permasalahan tingkat
kedua.
- Alasan untuk menikah
Sebelum
memutuskan diri untuk menikah, sudah tentu beberapa pertanyaan harus
terlebih dahulu dijawab sebelum penyesalan akan Anda rasakan. Jika
menikah adalah jawaban atas segala permasalahan yang saat ini terjadi,
maka motif menikah tersebut sangatlah salah.
Jika motif menikah agar Anda tidak capai
memikirkan pekerjaan maka motif tersebut juga sangat salah. Apalagi
jika ternyata alasan menikah hanyalah untuk bisa segera menikmati rumah
baru, merasakan resepsi pernikahan yang mewah, ingin mendapatkan pujian
dari teman-teman yang belum nikah dan beberapa ekspektasi menakjubkan
lainnya maka bersiap-siaplah untuk terhempas pada jurang perceraian.
- Tidak adanya waktu untuk saling mengenal satu sama lain
Banyak
sekali anggapan yang muncul di masyarakat bahwa fase perkenalan bisa
saja terjadi setelah proses pernikahan. Lalu apa jadinya jika proses
perkenalan tersebut gagal bahkan sangat mudah hancur padahal Anda sudah
terlanjur menikah?
Perceraian adalah
satu-satunya cara yang tepat untuk berpisah untuk keduanya. Rasa kurang
bersyukur dan merasa selalu tidak cukup juga akan menjadi bumbu-bumbu
adanya perpisahan diantara keduanya.
Penelitian
yang sempat dilakukan oleh salah satu universitas ternama di dunia
menunjukkan bahwa ternyata pasangan yang menjalani hubungan kurang lebih
dua tahun sampai akhirnya memutuskan untuk menikah memiliki rumah
tangga yang lebih harmonis dan membahagiakan.
- Salah pilih dalam memilih waktu
Memilih
waktu yang sangat tepat untuk berani melangkah ke hubungan yang lebih
serius yaitu hubungan pelaminan tentunya menjadi satu pertimbangan yang
harus difikirkan matang-matang. Jangan sampai hanya karena perasaan
‘ingin’ dan buru-buru hanya akan mengacaukan salah satu bahtera
kehidupan yang sejatinya lebih baik dilakukan satu kali saja.
Jadi, sebaiknya berpikir dulu secara matang karena banyak orang gagal dalam membina hubungan rumah tangga hanya gara-gara kebelet kawin gak tahan pengen bercocok tanam.


