AtimNews.com, ACEH TIMUR -- Seekor gajah liar betina yang terinfeksi penyakit di Gampong Seneubok Bayu, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, telah diobati oleh dokter hewan bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Kamis (23/1/2025).
Gajah liar berusia enam tahun tersebut pertama kali ditemukan memasuki kebun warga pada Rabu (22/1). Awalnya, warga mengira gajah itu akan menyerang karena beberapa tanaman di kebun mereka rusak. Namun, saat mendekat, warga menyadari bahwa gajah tersebut sedang sakit.
Kepala Seksi BKSDA Aceh, Kamaruzzaman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kondisi gajah tersebut. Setelah menerima laporan, tim BKSDA segera turun ke lokasi untuk memberikan penanganan medis.
"Kami sudah melakukan pengobatan. Saat ditemukan, gajah itu tampak kesakitan dan tidak bisa makan. Mulutnya terluka sehingga menyulitkannya untuk makan," ujar Kamaruzzaman.
Namun, ia tidak merinci jenis penyakit yang dialami oleh gajah tersebut. Setelah pengobatan dan pemberian vitamin, kondisi gajah kembali membaik.
Sementara itu, Camat Indra Makmu, Irwansyah Panjaitan, yang turut mendampingi proses pengobatan, menjelaskan bahwa gajah tersebut sempat dibius untuk mempermudah penanganan medis. Setelah sadar, gajah berumur enam tahun itu terlihat lebih sehat dan sudah mampu makan dengan normal.
"Setelah diobati, gajah itu sangat jinak. Bahkan, dia mendekati kami dengan ramah, seolah-olah ingin mengucapkan terima kasih," ungkap Irwansyah.
Saat ini, gajah tersebut telah dilepaskan kembali ke habitat aslinya oleh tim BKSDA. Langkah ini diambil agar gajah bisa hidup bebas di alam liar, sekaligus menghindari potensi gangguan terhadap aktivitas warga di sekitar permukiman.


