AtimNews.com, Aceh Timur – Perjalanan panjang dan melelahkan harus dilalui Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat menempuh jalur darat menuju Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, yang merusakkan salah satu kecamatan terisolir. Senin (15/12/2025).
Demi memastikan bantuan bagi warga terdampak banjir dan kondisi wilayah terpencil tersebut, Bupati Al-Farlaky terpaksa melewati rute memutar melalui Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Kondisi jalan yang rusak parah, berlumpur, serta medan ekstrem membuat rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan pada malam hari. Akibatnya, Bupati Al-Farlaky bersama rombongan terpaksa beristirahat dan tidur di badan jalan, tepatnya di Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.
Meski menghadapi keterbatasan dan risiko di lapangan, Bupati Al-Farlaky tetap menunjukkan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat pada pagi harinya mengunakan kendaraan Trail Komunikasi IM-TRAX dan Red Devil Indra Makmu yang ikut bersama rombongannya.
Bupati menegaskan bahwa kondisi sulit tersebut tidak menyurutkan niat pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran bantuan logistik dan layanan medis berjalan dengan baik.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat di wilayah pedalaman. Akses sulit tidak boleh menjadi alasan untuk tidak hadir,” ujar Bupati Al-Farlaky disela perjalanan.
Perjalanan menuju Simpang Jernih dikenal sebagai salah satu jalur terberat di Aceh Timur, terutama pascabanjir yang menyebabkan banyak titik jalan rusak dan licin, dimana jalur darat melalui Kecamatan Rantau Panjang Aceh Timur masih lumpuh.
Kehadiran langsung Bupati diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat serta menjadi dasar evaluasi pembangunan infrastruktur ke depan.
Sebelumnya, Bupati Al-Farlaky juga telah mengirim kan logistik bagi korban banjir melalui jalur sungai dan melalui udara dengan helikopter.
LAPORAN: ROMI SYAHPUTRA.



