![]() |
| Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat meninjau pengungsi korban banjir |
AtimNesw.com, ACEH TIMUR -- Bencana tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga mengguncang batin para korban banjir diberbagai Kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Sabtu (17/01/2026).
Di tengah kondisi itulah, kehadiran Pemimpin menjadi lebih dari sekadar formalitas Pemerintahan.
Ketika Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, hadir di tengah rakyat dengan wajah tenang dan senyum tulus, ia sesungguhnya sedang memberikan penguatan Psikologis yang sangat dibutuhkan para korban bencana.
Senyum seorang Pemimpin di lokasi bencana bukan simbol kelengahan terhadap penderitaan Rakyat, melainkan pesan keteguhan. Ia menandakan bahwa situasi berada dalam perhatian dan kendali, serta ada harapan untuk bangkit bersama.
Bagi korban yang kehilangan rasa aman, ekspresi empati tersebut menjadi penopang mental agar tidak larut dalam trauma dan keputusasaan.
Dalam perspektif keislaman, senyum memiliki makna sosial yang mendalam. Rasulullah SAW menegaskan bahwa senyum kepada sesama adalah sedekah. Maka, senyum pemimpin kepada Rakyatnya di tengah bencana adalah bentuk sedekah kepemimpinan, amal yang menguatkan jiwa, menumbuhkan optimisme, dan mempererat ikatan emosional antara Pemerintah dan Masyarakat.
Masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Timur yang berakar kuat pada adat Gampong dan nilai kebersamaan memandang pemimpin sebagai figur yang hadir secara lahir dan batin. Turun langsung ke lokasi bencana, berdialog tanpa sekat, serta menunjukkan empati, adalah bahasa kepemimpinan yang paling dipahami Rakyat. Di situlah kepercayaan publik tumbuh dan solidaritas sosial terjaga.
Ketika bantuan belum sepenuhnya tiba dan pemulihan masih berjalan, penguatan Psikologis menjadi fondasi penting bagi kebangkitan.
Senyum, sapaan, dan kesediaan mendengar mungkin sederhana, tetapi dampaknya nyata bagi korban yang sedang berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Pada akhirnya, bencana akan berlalu, namun sikap pemimpin di saat genting akan terus dikenang.
Senyum Bupati Al-Farlaky di tengah rakyat menjadi simbol kepemimpinan yang humanis, hadir, peduli, dan menguatkan, bukan hanya memerintah dari kejauhan.
JURNALIS: ROMI SYAHPUTRA, S.H., M.H., CPM., CPArb


