Label

Menembus Medan Terjal Gayo, Hendra Fauzi Bawa Pesan Kepedulian Gubernur Aceh

Redaksi
Sabtu, 03 Januari 2026
Last Updated 2026-01-04T06:47:41Z
Hendra Fauzi Staf Khusus Gubernur Aceh berfoto dengan salah satu anak pengungsi akibat banjir.


AtimNews.com, BENER MERIAH -- Kabut tebal yang menyelimuti pegunungan Gayo tak menyurutkan langkah Hendra Fauzi. Staf Gubernur Aceh itu memilih turun langsung menembus medan terjal menuju wilayah terdampak banjir dan longsor di Tanah Gayo, seperti di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di tengah jalan yang licin dan longsoran tanah yang belum sepenuhnya bersih, kehadirannya menjadi tanda bahwa Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan H Muzakir Manaf atau Mualem tak sekadar hadir lewat laporan, tetapi melalui jejak kaki dan tangan yang bekerja nyata.


Perjalanan menuju sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah bukan perkara mudah. Beberapa titik jalan hanya bisa dilalui kendaraan terbatas, bahkan sebagian harus ditempuh dengan berjalan kaki serta mengunakan Kendaraan Trail bersama tim Komunitas Indra Makmu Trail Adventure Expedition (IM-TRAX) asal Kabupaten Aceh Timur. 


Namun bagi Hendra Fauzi, keterbatasan akses bukan alasan untuk berhenti. Ia datang membawa pesan Gubernur Aceh Mualem agar penanganan bencana dilakukan cepat, terukur, dan berpihak pada keselamatan serta pemulihan warga.


Di lokasi pengungsian, Hendra Fauzi tak hanya menyapa, tetapi mendengar. Ia duduk sejajar dengan warga, mencatat keluhan, mendengarkan cerita kehilangan, dan menyaksikan langsung kondisi rumah-rumah yang rusak diterjang banjir serta longsor. Dari anak-anak hingga orang tua, semua berharap satu hal, kepastian dan kehadiran negara di saat paling sulit.


“Ini bukan sekadar kunjungan. Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan proses pemulihan berjalan,” ujar Hendra Fauzi saat meninjau salah satu titik longsor yang sempat memutus akses antar-kampung. Ia juga langsung melaporkan persoalan yang ditemukan dilapangan kepada Gubernur Aceh Mualem dan Sekda Aceh.


Jejak langkahnya terlihat dari satu lokasi ke lokasi lain, dari dapur umum, tenda pengungsian, hingga titik rawan longsor susulan. 


Hendra Fauzi, Staf Khusus Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.


Di Tanah Gayo, bantuan bukan hanya soal sembako dan alat berat, tetapi juga tentang empati. Kehadiran Hendra Fauzi menjadi penguat psikologis bagi warga bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana. Di tengah dinginnya udara pegunungan, kepedulian menjadi penghangat yang paling terasa.


Ketika hari mulai senja dan kabut kembali turun, Hendra Fauzi masih berada di lapangan. Jejaknya mungkin akan terhapus hujan, tetapi kepedulian dan kerja nyata yang ditinggalkan akan terus diingat warga Tanah Gayo, sebagai bukti bahwa di balik kebijakan pemerintah, ada manusia yang hadir dan peduli.


Selain itu, Hendra Fauzi juga telah melaporkan kepada deputi Rehap Rekon BNPB Pusat saat Rakor Pemerintah Aceh Jum'at kemarin.


"Informasi dari Reje bahwa ada 40 titik longsor dan 41 titik amblas. Dari batas terakhir di Kota Dedamar  menuju jalan ke Desa Jamur Konyel kemudian Atu Lintang dan terakhir ke Serule" terang Hendra Fauzi putra asal Alue Ie Mirah Aceh Timur ini.


JURNALIS: Dr. (c) Romi Syahputra, S.H., M.H, CPM., CPArb

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Video Terpopuler