![]() |
| Toke Phak (tegah) turun kelokasi lahan warga Yanng jadi muara di Aceh Utara. |
AtimNews.com, Aceh Utara – Ratusan hektare lahan sawah dan kebun kelapa milik warga di Desa Sawang dan Blang Nibong, Kecamatan Samudera Gedong Kabupaten Aceh Utara mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang beberapa bulan lalu. Kondisi tersebut kini semakin memprihatinkan setelah lahan-lahan itu berubah menjadi muara saat air laut pasang.
Akibatnya, warga setempat terancam kehilangan sumber mata pencaharian utama mereka, yang selama ini bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Sejumlah warga mengaku hingga saat ini belum ada penanganan serius dari pihak terkait. Bahkan, lahan yang rusak tersebut disebut belum pernah ditinjau langsung oleh instansi berwenang, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat akan masa depan ekonomi mereka.
Salah satu mantan kombatan GAM, Toke Phak, mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat serta instansi terkait lainnya untuk segera turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi riil di lapangan dan mengambil langkah penanganan.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui BNPB segera turun tangan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kehidupan masyarakat,” ujarnya. Senin (06/04/2026).
Selain itu, ia juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara agar segera memperjuangkan perbaikan lahan yang terdampak. Menurutnya, langkah cepat sangat dibutuhkan demi memulihkan kembali kondisi ekonomi masyarakat di dua desa tersebut.
Warga berharap adanya solusi konkret, baik berupa normalisasi lahan, pembangunan tanggul, maupun bantuan pemulihan ekonomi, agar mereka dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.


