Banda Aceh | Banda Aceh - Kreatif, Caleg DPRA dapil 1 dari Partai Hanura nomor urut 1, M Fauzan Febriansyah meluncurkan kartu nama Caleg ber-Barcode atau lebih tepatnya Quick Reader Code (QR Code).
Seperti yang di kutip di FB M Fauzan Febriansyah II , ia mengatakan, Caleg membagikan Kartu Nama pada saat sosialisasi kampanye pemilu seperti sudah menjadi keharusan.
"Saya pun dalam berbagai pertemuan dan kesempatan kampanye tatap muka acap kali ditodong dengan pertanyaan "mana kartu namanya bang..?". Bahkan ada kawan yang khusus mengirim pesan ke inbox meminta kartu nama saya untuk dibagikan kepada keluarganya."
Berawal dari banyaknya permintaan, akhirnya saya memutuskan untuk melengkapi peluru kampanye saya dengan menyiapkan kartu nama. Tapi kartu nama yang bagaimana?
Dari beberapa kali diskusi bersama tim soal desain dan konten. Saya selalu menekankan agar selama proses kampanye, saya dan tim dapat selalu melahirkan gagasan dan konsep yang baru. Yang belum pernah dilakukan caleg lain. Sekaligus, antara isu kampanye yang kami tawarkan dan alat peraga kampanye yang kami hadirkan ke masyarakat bisa saling melengkapi dan menguatkan.
Akhirnya saya mendapat masukan bagus dari Azhari. Ia masih mahasiswa tapi unsur penting di Bapilu Partai Hanura. Azhari menawarkan ada barcode di kartu nama saya. Belum habis Azhari menjelaskan, saya langsung sampaikan setuju, "top! kita eksekusi!".
Barcode atau lebih tepatnya Quick Reader Code (QR Code). Sudah digunakan di banyak tempat. Tapi belum lazim digunakan dalam kampanye Caleg. Mungkin... sekali lagi mungkin, saya menjadi Caleg pertama di Aceh yang menggunakan QR Code di alat peraga kampanye.
Saya kutip penjelasan soal QR Code ini dari google. QR Code sudah cukup lama dikenal. Ia memiliki fungsi yang sama dengan Barcode. Ada kelebihan tersendiri yang dimiliki oleh QR Code, diantanya adalah ia dapat menyimpan gambar, URL atau link ke website, dan menyimpan karakter lebih banyak dari pada varian sebelumnya, Barcode.
Sejumlah desain kartu nama modern telah menginput code ini pada desain mereka. Hal ini tentu saja diperuntukkan untuk mempermudah penyimpanan data atau menyampaikan pesan secara praktis, namun dengan informasi lebih banyak.
Gagasan politik dan program kampanye yang saya tawarkan kepada pemilih tentu tidak muat kalau saya tulis di kartu nama, poster atau kalender. Maka QR Code adalah opsi terbaik.
Gagasan dan program kampanye saya soal #Membangun Desa Menata Kota, #Qanun Jaminan Hasil Panen Aceh, dan #1Masjid 1Komunitas 1Usaha pada tataran pelaksanaan nanti akan berbasis IT. Menggunakan teknologi informasi dan basis data dalam terapan dan pelaksanaan.
Proses kampanye bagi saya adalah jalan terbaik memberikan pendidikan politik bagi rakyat. Selama berkampanye, saya dan tim memilih untuk mengedukasi rakyat agar makin dekat dengan teknologi informasi. Apalagi dalam konteks global saat ini dimana kita menghadapi Revolusi Industri 4.0.
Saya dan tim, berjuang bersama untuk menawarkan hal-hal baru. Metode dan cara kampanye yang tidak biasa. Kami berusaha keras meninggalkan cara-cara lama dan mulai menggali pola kampanye yang unik, kreatif dan dapat diterima. Persis seperti komitmen yang pernah saya sampaikan dalam Forum Bapilu Partai Hanura... "kita (Aceh) akan menang dengan cara paling keren!".
Terus gimana caranya pakai QR Code itu..? Tenang.... Bisa gunakan aplikasi scanner (pemindai) yang ada di android anda. Dan juga akan kita siapkan video tutorialnya.
Terus kalau udah di scan gimana lagi..? Tenang.... kita akan mendapatkan informasi menarik, keren dan membantu kita semua untuk dapat berpikir melompat ke masa depan. Tulis Caleg berpotensi di Partai Hanura Aceh ini. (Fb)



