![]() |
| Keuchik Romi Syahputra, S.H., M.H saat membesuk salah satu warga nya yang sakit menahun di Dusun Mata U, Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. |
AtimNews.com, ACEH TIMUR -- Pagi itu, Romi Syahputra, S.H., M.H., CPM., CPArb, Keuchik Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur tak langsung duduk di balik meja kantor Desa. Ia memilih menyusuri lorong Gampong, menyapa warga satu per satu, mendengar keluhan sawah yang rusak, serta memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak. Bagi Keuchik Romi, memimpin Gampong bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk melayani.
Sosoknya dikenal sederhana, mudah ditelpon dan ditemui, serta tidak berjarak dengan masyarakat. Latar belakang pendidikannya yang berangkat dari dunia teknik membentuk karakter kepemimpinannya yang lugas dan solutif, lebih mengedepankan kerja nyata daripada retorika.
Ditempa dari STM Langsa
Jejak awal pendidikan Keuchik Romi bermula dari Sekolah Teknik Menengah (STM) Langsa, yang kini dikenal sebagai SMK Negeri 2 Langsa. Di bangku STM, ia belajar disiplin, ketelitian, dan nilai kerja keras. Pendidikan teknik itulah yang membentuk pola pikirnya, setiap persoalan harus dicari jalan keluar, bukan sekadar dibahas.
Nilai-nilai tersebut terbawa hingga kini, tercermin dalam caranya mengelola Pemerintahan Gampong secara terstruktur dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Menapaki Dunia Akademik
Usai menamatkan pendidikan menengah, Keuchik Romi melanjutkan studi ke Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Di lingkungan kampus, ia mulai memahami dinamika sosial, pentingnya pendidikan, serta peran komunikasi dalam membangun masyarakat.
Kesadaran bahwa Gampong membutuhkan pemimpin yang memahami hukum mendorongnya melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Hukum Universitas Sains Cut Nyak Dhien (USCND) Langsa. Ilmu hukum yang ia peroleh menjadi bekal penting dalam memastikan setiap kebijakan desa berjalan sesuai aturan dan berkeadilan.
Tak berhenti di jenjang sarjana (S1), Keuchik Romi kemudian melanjutkan pendidikan Magister (S2) Ilmu Hukum di IAIN Cot Kala Langsa. Semangat belajarnya tak surut meski telah memegang amanah sebagai keuchik.
Kini, di tengah kesibukannya memimpin Gampong, Keuchik Romi sedang menempuh pendidikan Doktor (S3) Ilmu Hukum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Baginya, pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk menghadirkan tata kelola Gampong yang kuat secara hukum dan berpihak kepada rakyat.
Kepemimpinan yang Hadir di Lapangan
Dalam menjalankan roda Pemerintahan Gampong, Keuchik Romi dikenal lebih sering turun langsung ke lapangan. Saat bencana banjir melanda, ia berada di tengah warga, mengawal pendataan korban, distribusi bantuan, hingga berkoordinasi dengan relawan dan pihak swasta, serta Pemerintah Kecamatan hingga Kabupaten.
Ia juga aktif mendorong tata kelola Gampong yang transparan, penguatan administrasi Gampong, serta perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Pendekatannya sederhana, hadir, mendengar, dan bertindak.
“Pemimpin Gampong harus siap kotor di lapangan, bukan hanya bersih di laporan,” ungkap Keuchik Romi.
Harapan dari Akar Gampong
Jejak teknik yang berpadu dengan jiwa pelayan menjadikan Keuchik Romi representasi pemimpin Gampong masa kini, lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan terus belajar demi rakyat.
Dari STM Langsa hingga bangku doktoral hukum, Keuchik Romi membuktikan bahwa ilmu, ketulusan, dan keberpihakan kepada masyarakat adalah fondasi utama membangun Gampong yang berkeadilan dan berdaya saing.
Doa di Balik Langkah Kepemimpinan
Di balik langkah-langkahnya memimpin Gampong, ada kekuatan yang tak selalu terlihat, namun terus menguatkan: doa istri dan orang tua. Keuchik Romi meyakini, sejauh apa pun perjalanan dan setinggi apa pun pendidikan yang ditempuh, semuanya tak lepas dari restu dan doa keluarga.
“Istri adalah tempat pulang, orang tua adalah langit doa,” ujarnya lirih.
Doa-doa itulah yang menjadi penopang di setiap keputusan, penguat di setiap ujian, serta penenang di tengah kesibukan memimpin Gampong dan menempuh pendidikan doktoral. Bagi Keuchik Romi, keberhasilan bukan semata tentang capaian pribadi, tetapi tentang amanah yang dijaga dengan restu keluarga.


