Label

20 Hari Gajah Liar Teror Banda Alam–Indra Makmu, Warga Cemas Korban Jiwa Menanti

Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026
Last Updated 2026-01-07T11:31:53Z
Gajah liar di rekam warga di Banda Alam, Aceh Timur 



AtimNews.com, Aceh Timur — Puluhan ekor Gajah liar dilaporkan masih berkeliaran di ladang milik warga di daerah perbatasan Kecamatan Banda Alam dan Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, tepatnya di seputaran Desa Jambo Reuhat dan Seumanah Jaya serta Desa Julok Rayeuk Selatan dan Seneubok Bayu. 


Satwa dilindungi tersebut telah berada di kawasan kebun warga selama kurang lebih 20 hari terakhir, namun hingga kini diduga belum ada upaya konkret dari pihak terkait untuk menanganinya.


Keberadaan gajah tersebut membuat warga setempat resah dan khawatir. Aktivitas berkebun yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat terpaksa terhenti karena warga tidak berani masuk ke kebun, terutama pada pagi dan sore hari yang rawan terjadi pertemuan langsung dengan satwa liar itu.


“Sudah hampir 20 hari gajah itu masih ada di kebun. Kami takut ke ladang, apalagi kalau sendirian. Sampai sekarang belum terlihat ada petugas yang turun menangani,” ujar Nurdin, Petani Desa Jambo Reuhat. Rabu (07/01/2025).


Warga menyebutkan, gajah tersebut kerap merusak tanaman seperti pisang, pohon sawit, dan tanaman palawija. Kerugian materil mulai dirasakan, namun yang lebih dikhawatirkan adalah keselamatan jiwa masyarakat, khususnya para petani.


Hingga saat ini, masyarakat mengaku hanya mengandalkan upaya swadaya seperti berjaga secara bergantian dan membuat bunyi-bunyian untuk mengusir gajah agar tidak mendekati pemukiman. Namun langkah tersebut dinilai tidak efektif dan berisiko.


Warga berharap pihak terkait, baik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh maupun pemerintah Daerah, segera turun tangan melakukan penanganan serius, seperti penggiringan gajah kembali ke habitatnya atau pemasangan pengamanan di area rawan konflik satwa.


“Kami minta jangan menunggu sampai ada korban. Tolong segera ada tindakan, karena kami sangat bergantung pada kebun untuk kebutuhan hidup,” kata warga lainnya.


Konflik antara manusia dan gajah di wilayah Aceh Timur memang kerap terjadi, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan. Warga di dua kecamatan tersebut berharap kejadian ini menjadi perhatian serius agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan dampak yang lebih besar.


Sementara itu, awak media ini belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari Dinas terkait.


JURNALIS: ROMI SYAHPUTRA, S.H., M.H., CPM., CPArb.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Video Terpopuler