AtimNews.com | Aceh Timur - Para Guru dan Pelajar SMA Negeri 1 Indra Makmu mengikuti edukasi industri hulu Migas Aceh yang di gelar oleh PT Medco E&P Malaka, acara dipusatkan di Aula SMA setempat. Kamis, 15 November 2018.
Medco terus berupaya untuk mengelola sumber daya alam berupa gas bumi yang ada di Aceh Timur agar dapat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat.
Melalui program "Medco Mengajar" diharapkan masyarakat dapat memahami bagaimana Perusahaan mengelola sumber daya Migas. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk membantu Pemerintah dalam memberikan edukasi tentang industri hulu migas kepada masyarakat.
Agenda "Medco Mengajar" yang mengambil tema "Aku Ingin Tahu tentang Migas" ini diikuti lebih dari 70 siswa dan guru SMA Negeri 1 Indra Makmu.
Dalam kegiatan ini yang bertindak sebagai pemateri di sesi berbagi ilmu ini oleh General Manager Medco E&P Malaka Susanto dan Field Relations Manager Rivian Pragita Oktara.
Seperti diketahui, PT Medco E&P saat ini tengah melakukan pengembangan gas di Blok A, tepatnya di Desa Blang Nisam, kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur.
Medco terus berkontribusi melalui berbagai kegiatannya kepada masyarakat lingkar tambang khususnya, salah satunya memberdayakan Warga tani, selain itu Perusahaan juga turut berpartisipasi dan menaruh perhatian pada dunia pendidikan.
Hal ini dibuktikan dengan telah beberapa kali melaksanakan agenda 'Medco Mengajar'. Pada program ini Pekerja berbagi pengetahuan industri hulu migas kepada siswa dan mahasiswa di sekitar wilayah operasi. Kali ini giliran siswa-siswa SMA Negeri 1 Indra Makmu mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana gas ditemukan, diproduksi dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
"Perusahaan ingin masyarakat mengetahui tentang proses eksplorasi dan produksi migas, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar wilayah operasi termasuk sekolah, sehingga
siswa-siswa yang ingin tahu proses terjadinya gas dapat secara langsung mendapat informasi dari kami.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi dalam bentuk edukasi tentang kegiatan eksplorasi dan produksi." ujar Susanto. (Red)
